{"id":93460,"date":"2025-03-15T23:37:15","date_gmt":"2025-03-15T16:37:15","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=93460"},"modified":"2025-03-15T23:37:15","modified_gmt":"2025-03-15T16:37:15","slug":"polres-aceh-tengah-gagalkan-perdagangan-kulit-harimau-5-pelaku-ditangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/03\/15\/polres-aceh-tengah-gagalkan-perdagangan-kulit-harimau-5-pelaku-ditangkap\/","title":{"rendered":"Polres Aceh Tengah Gagalkan Perdagangan Kulit Harimau, 5 Pelaku Ditangkap"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net,TAKENGON<\/strong>\u00a0\u2013 Satreskrim Polres Aceh Tengah Polda Aceh menggagalkan perdagangan ilegal kulit Harimau Sumatera beserta bagian tubuh satwa dilindungi tersebut di Kabupaten Aceh Tengah serta menangkap lima pelaku pada Jum&#8217;at malam (14\/3\/25) pukul 23.00 Wib.<\/p>\n<p>Penangkapan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah Iptu Deno Wahyudi bersama sama dengan Unit Opsnal dan Unit Tipidter Sat Satreskrim Polres Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Kapolres Aceh Tengah Akbp Dody Indra Eka Putra melalui Kasat Reskrim Iptu Deno Wahyudi, Sabtu (15\/3\/2025) membenarkan, penangkapan lima terduga pelaku dalam mengungkap perdagangan kulit Harimau tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTerduga pelaku yang ditangkap ada lima. Dua sebagai perantara penjualan. Sedangkan tiga lainnya sebagai yang menangkap dan membunuh harimau sumatra tersebut,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Adapun kelima terduga pelaku yakni berinisial S (40), petani, Warga Pancar Jelobok Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, dan M (50), Perdagangan, Warga Desa Blang Gele Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Selanjutnya J (54) petani, Kampung Mungkur Kecamatan Linge, R (29) petani, Warga Kampung Mungkur Kecamatan Linge dan SA (25) Kampung Mungkur Kecamatan Linge, Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Kasat Reskrim Iptu Deno mengungkapkan penangkapan kelima terduga pelaku berawal informasi masyarakat akan ada penjualan kulit Harimau di Jln. Soekarno-Hatta Desa Empus Talu Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi tersebut, petugas menyelidikinya dan menemukan dua terduga pelaku S dan M sedang menunggu pembeli, dan tepat sekitar pukul 23.00 Wib melihat pelaku S saat itu sedang mengangkat styrofoam Box warna putih yang diduga berisi kulit dan tulang satwa jenis Harimau.<\/p>\n<p>Saat itu kedua pelaku ditangkap dan petugas menggeledah styrofoam Box tersebut dan menemukan kulit Harimau Sumatra beserta tulang belulang dan bagian tubuh lainnya.<\/p>\n<p>Setelah dilakukan pengembangan pukul 04.00 Wib, kembali menangkap tiga pelaku lainnya Yakni J, R dan SA.<\/p>\n<p>Saat ini, kelima pelaku telah diamankan di Rutan Polres Aceh Tengah guna diproses hukum lebih lanjut.<\/p>\n<p>Terhadap kelima pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 40A ayat (1) Huruf e Jo Pasal 21 Ayat (2) huruf b UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas atas UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana.<\/p>\n<p>\u201cPengungkapan perdagangan kulit harimau ini merupakan komitmen kepolisian menindak tegas setiap tindak pidana konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya,\u201d kata Deno.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93460?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net,TAKENGON\u00a0\u2013 Satreskrim Polres Aceh Tengah Polda Aceh menggagalkan perdagangan ilegal kulit Harimau Sumatera beserta bagian tubuh satwa dilindungi tersebut di Kabupaten Aceh Tengah serta menangkap lima pelaku pada Jum&#8217;at malam (14\/3\/25) pukul 23.00 Wib. Penangkapan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah Iptu Deno Wahyudi bersama sama dengan Unit Opsnal dan Unit Tipidter Sat Satreskrim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":93461,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-93460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/03\/IMG-20250315-WA0051.jpg?fit=1599%2C899&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=93460"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93460\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/93461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=93460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=93460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=93460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}