{"id":94213,"date":"2025-04-04T15:34:25","date_gmt":"2025-04-04T08:34:25","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=94213"},"modified":"2025-04-23T08:20:06","modified_gmt":"2025-04-23T01:20:06","slug":"ramadhan-telah-berlalu-stabilitas-ibadah-harus-tetap-terjaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/04\/04\/ramadhan-telah-berlalu-stabilitas-ibadah-harus-tetap-terjaga\/","title":{"rendered":"Ramadhan Telah Berlalu, Stabilitas Ibadah Harus Tetap Terjaga"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, ACEH BESAR<\/strong>\u00a0&#8212; Umat Islam harus tetap berusaha melaksanakan shalat fardhu berjamaah sebagaimana kebiasaan yang telah dibangun selama bulan Ramadhan.<\/p>\n<p>Ini untuk menjaga kestabilan ibadah pasca Ramadhan. Waktu shalat Jum&#8217;at juga perlu diperhatikan dengan datang lebih awal ke masjid, bukan menunggu hingga azan berkumandang atau imam naik ke mimbar baru berangkat ke masjid.<\/p>\n<p>Dosen Luar Biasa UIN Ar-Raniry Banda Aceh Tgk Didi Wahyudi menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum&#8217;at di Masjid Al-Hidayah Dusun Meusara Agung, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, 4 April 2025 bertepatan dengan 5 Syawal 1446 Hijriah.<\/p>\n<p>Ia menguraikan, kebiasaan tilawah Al-Qur\u2019an juga harus terus dilanjutkan. Jika selama Ramadhan kita mampu khatam Al-Qur\u2019an, maka setelahnya kita juga bisa melanjutkan dengan membaca dan menghafalkannya secara rutin.<\/p>\n<p>Puasa sunnah pun dapat menjadi sarana menjaga semangat ibadah, seperti puasa Syawal, Senin &#8211; Kamis atau Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah).<\/p>\n<p>\u201cSelain itu, semangat berbagi dan beramal sosial juga harus tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah, infak dan kepedulian terhadap sesama hendaknya tetap menjadi bagian dari diri kita, sebagaimana yang telah kita lakukan selama Ramadhan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Anggota Korps Dai IKADI Aceh ini menyampaikan, dengan izin Allah, kita telah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah ini memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi kaum Muslimin.<\/p>\n<p>Sejak malam pertama, semangat ibadah begitu terasa, shalat fardhu dan tarawih dilaksanakan penuh kekhusyukan, masjid-masjid dipenuhi jamaah, dan sahur bersama keluarga menjadi momen kebersamaan yang berharga.<\/p>\n<p>\u201cDi siang hari, aktivitas pekerjaan tetap berjalan dengan penuh semangat. Menjelang waktu Zuhur, kita bersegera menuju masjid untuk shalat berjamaah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, begitu juga dengan berbagai program ibadah yang dijalankan: shalat tarawih, qiyam Ramadhan (qiyamullail), i\u2019tikaf, khatam Al-Qur\u2019an, muraja\u2019ah kitab dan hafalan, serta berbagai amal sosial seperti bersedekah, menyantuni anak yatim, dan berbagi makanan berbuka puasa.<\/p>\n<p>Semua ini menjadi wujud dari semangat ibadah yang luar biasa selama Ramadhan.<\/p>\n<p>Menurut Tgk Didi Wahyudi, Ramadhan yang benar-benar berkesan adalah bagi mereka yang memiliki program ibadah yang jelas dan dijalankan dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n<p>Sebaliknya, bagi mereka yang hanya berpuasa tanpa memiliki target ibadah yang ingin dicapai, Ramadhan akan terasa biasa saja dan berlalu begitu saja.<\/p>\n<p>Jika seseorang merasa Ramadhan tahun ini sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya tanpa ada peningkatan, maka itu menandakan ia belum memahami hakikat waktu yang terus berganti dan peluang yang diberikan Allah.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan jika untuk memasuki bulan suci Ramadhan kita harus membayar biaya tertentu, berapa yang harus kita keluarkan, namun, Allah Yang Maha Pemurah memberikan kesempatan ini secara cuma-cuma sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya,\u201d ungkap Imam Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ini.<\/p>\n<p>Pada bagian lain khutbahnya, Tgk Didi Wahyudi menyampaikan, kini Ramadhan telah berlalu, namun bagaimana agar semangat ibadah tetap terjaga, bahkan meningkat.<\/p>\n<p>Kuncinya adalah memahami ibadah kita harus berlandaskan tauhid kepada Allah.<\/p>\n<p>Sebagaimana firman-Nya: &#8220;Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.&#8221; (QS. Adz-Dzariyat: 56)<\/p>\n<p>\u201cIslam mengajarkan tujuan utama kehidupan kita beribadah kepada Allah. Karena itu, ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan seharusnya terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Allah berfirman: &#8220;Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, maka (pahala) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat kejahatan, maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.&#8221; (QS. Fushshilat: 46)<\/p>\n<p>Setiap amal perbuatan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri. Nabi Muhammad telah mengajarkan umatnya selalu berbuat kebaikan, dan kebaikan itu akan membawa manfaat bagi mereka yang mengamalkannya.<\/p>\n<p>\u201cSebaliknya, orang-orang yang menolak dakwah Nabi justru menanggung keburukan akibat penolakannya,\u201d pungkas Tgk Didi Wahyudi. (Sayed M. Husen).<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/94213?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, ACEH BESAR\u00a0&#8212; Umat Islam harus tetap berusaha melaksanakan shalat fardhu berjamaah sebagaimana kebiasaan yang telah dibangun selama bulan Ramadhan. Ini untuk menjaga kestabilan ibadah pasca Ramadhan. Waktu shalat Jum&#8217;at juga perlu diperhatikan dengan datang lebih awal ke masjid, bukan menunggu hingga azan berkumandang atau imam naik ke mimbar baru berangkat ke masjid. Dosen Luar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":94831,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-94213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/04\/Dosen-Luar-Biasa-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh-Tgk-Didi-Wahyudi.jpg?fit=700%2C393&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/94213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=94213"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/94213\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/94831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=94213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=94213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=94213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}