{"id":9507,"date":"2020-09-28T10:20:27","date_gmt":"2020-09-28T03:20:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=9507"},"modified":"2020-09-28T10:26:41","modified_gmt":"2020-09-28T03:26:41","slug":"ustaz-adi-hidayat-sebut-3-penyebab-utama-terjadinya-wabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/09\/28\/ustaz-adi-hidayat-sebut-3-penyebab-utama-terjadinya-wabah\/","title":{"rendered":"Ustaz Adi Hidayat Sebut 3 Penyebab Utama Terjadinya Wabah"},"content":{"rendered":"<p>Wabah\u00a0<a href=\"https:\/\/www.sindonews.com\/topic\/48\/covid-19\">Covid-19<\/a>\u00a0masih menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Apalagi Indonesia dianggap sebagai negara paling terdampak\u00a0Covid-19\u00a0di Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Ada yang menarik dari paparan\u00a0Ustaz Adi Hidayat\u00a0(Direktur Quantum Akhyar Institute) terkait\u00a0Covid-19\u00a0ini saat Live Zoom mengangkat tema &#8220;Pedoman\u00a0Al-Qur&#8217;an\u00a0dan\u00a0Sunnah\u00a0dalam Mengatasi Wabah&#8221; yang digelar Komunitas Orbit Lintas Karya baru-baru ini. Selain menceritakan hasil risetnya terkait temuan herbal Covid-19 yang bersumber dari Hadis Nabi,\u00a0UAH mengungkap penyebab terjadinya musibah wabah.<\/p>\n<p><strong>Berikut video paparan UAH Saat Live Zoom yang disiarkan langsung Channel tvMu melalui saluran Youtube, Rabu malam (23\/9\/2020).\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"LIVE ZOOM | Ust. Adi Hidayat | Pedoman al-Qur&amp;apos;an &amp; as-Sunnah dalam Mengatasi Wabah\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6JRjpc-HxXg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Apa yang menyebabkan\u00a0wabah\u00a0terjadi? Dai yang pernah menimba ilmu di Tripoli, Libya ini mengatakan, ada 3 penyebab utama terjadinya wabah berdasarkan\u00a0Al-Qur&#8217;an\u00a0dan\u00a0Sunnah.<\/p>\n<p><strong>1. Karena Perilaku Menyimpang.<\/strong><br \/>\nDalam satu hadis,\u00a0Nabi Muhammad \ufdfa\u00a0bersabda: &#8220;Tidaklah nampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka Tha&#8217;un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.&#8221;(HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah No. 106)\u2063<\/p>\n<p><strong>2. Perilaku Salah Konsumsi Makanan yang Dilarang Syariat.<\/strong><br \/>\nHikmahnya kenapa\u00a0Al-Qur&#8217;an\u00a0melarang makanan-makanan tertentu seperti di Surah Al-Maidah, selain ujian keimanan, para peneliti menemukan potensi bahaya dalam kesehatan. Seperti isu tentang kelelawar, di Wuhan ada pasar hewan. Nabi \ufdfa pernah menyebutkan tentang kelelawar ini. Dalam kaidah syariat, kelelawar pernah membantu memadamkan Baitul Maqdis ketika dibakar. Isyarat lain tentang kelelawar ini adalah ia bisa menjadi inang dari virus. Sehingga manusia dilarang untuk membunuh hewan ini, apalagi memakannya.<\/p>\n<p><strong>3. Perbuatan Keji Manusia itu Sendiri.<\/strong><br \/>\nKecenderungan perilaku manusia yang menyimpang dari kekuasaan seperti kisah Fir&#8217;aun. Fir&#8217;aun disebut\u00a0<em>Thogut<\/em>. Penyimpangan dari kekuasaan ini disebut\u00a0<em>thaga<\/em>\u00a0(melampaui batas). Kemudian penyimpangan harta oleh Qorun disebut dengan\u00a0<em>bagho<\/em>\u00a0(ambisi yang diikuti sifat keji). Fir&#8217;aun dan Qarun ingin mengubah tatanan dunia dan inilah yang menyebabkan munculnya bala kepada mereka dan pengikutnya.<\/p>\n<p>Dalam\u00a0Al-Qur&#8217;an, hal ini sering disebutkan satu penyimpangan dahsyat yang diancam dengan hukuman nyata yang diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 49: &#8220;Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir&#8217;aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Fir&#8217;aun memerintahkan membunuh para bayi ini disebut\u00a0<em>Su&#8217;ul Adzab<\/em>. Sejahat-jahatnya Fir&#8217;aun disebut\u00a0Al-Qur&#8217;an membunuh bayi, perbuatan lebih jahat justru terjadi di zaman sekarang. Kalau Fir&#8217;aun, bayinya nunggu lahir dulu baru dibunuh. Zaman sekarang, bayinya belum lahir sudah dieksekusi. Lihatlah klinik-klinik yang mendukung aborsi. Bayi yang belum lahir dibunuh. Inilah penyimpangan paling besar di muka bumi.<\/p>\n<p><em>Na&#8217;udzubillah..<\/em>\u00a0Dulu kata Nabi, wabah Tho&#8217;un ini pernah diturunkan kepada Bani Israel karena kedurhakaannya yang melampaui batas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.sindonews.com\/topic\/2922\/ustaz-adi-hidayat\">UAH<\/a>\u00a0mengingatkan agar umat Islam kembali kepada Allah Ta&#8217;ala. Inilah momentum untuk memperbaiki diri dan berupaya menjauhi segala penyimpangan. Menjadi seorang muslim yang beriman itu sudah cukup. Jika kita semua memperbaiki kesalahan, salatnya dibenarin, imannya kuat, wudhunya benar, ini akan menjadi perisai untuk mencegah mewabahnya\u00a0Covid-19.<\/p>\n<p>Sebelumnya\u00a0UAH\u00a0mengungkap penemuan herbal\u00a0Covid-19 hasil risetnya yang ramai diperbincangkan berbagai kalangan di Tanah Air.<\/p>\n<p>UAH\u00a0membeberkan temuannya saat acara Dies Natalis Unhas Makassar. Namun, beliau tidak mau menyebutnya obat karena obat harus menjalani uji klinis.\u00a0UAH\u00a0menyebut namanya ada dalam keterangan-keterangan yang bersumber dari Hadis Nabi.<\/p>\n<p>Praktiknya pernah terjadi di masa\u00a0<a href=\"https:\/\/www.sindonews.com\/topic\/924\/rasulullah-saw\">Nabi \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645<\/a>\u00a0bahwa ada satu herbal yang langsung ditunjukkan oleh Nabi yang penyakitnya saat itu gejalanya mirip dengan\u00a0Covid-19. Saat ini kata\u00a0UAH\u00a0sedang menyempurnakan temuan tersebut dengan menguji di lab hingga tuntas. Harapannya nanti herbal ini bisa efektif menyembuhkan pasien Covid-19. Insya Allah!<\/p>\n<p><strong>Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam<\/strong><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9507?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wabah\u00a0Covid-19\u00a0masih menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Apalagi Indonesia dianggap sebagai negara paling terdampak\u00a0Covid-19\u00a0di Asia Tenggara. Ada yang menarik dari paparan\u00a0Ustaz Adi Hidayat\u00a0(Direktur Quantum Akhyar Institute) terkait\u00a0Covid-19\u00a0ini saat Live Zoom mengangkat tema &#8220;Pedoman\u00a0Al-Qur&#8217;an\u00a0dan\u00a0Sunnah\u00a0dalam Mengatasi Wabah&#8221; yang digelar Komunitas Orbit Lintas Karya baru-baru ini. Selain menceritakan hasil risetnya terkait temuan herbal Covid-19 yang bersumber dari Hadis Nabi,\u00a0UAH [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9508,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-9507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/09\/ustaz-adi-hidayat-sebut-3-penyebab-utama-terjadinya-wabah-dnk.jpg?fit=620%2C413&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=9507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/9508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=9507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=9507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=9507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}