{"id":97029,"date":"2025-05-12T21:31:39","date_gmt":"2025-05-12T14:31:39","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=97029"},"modified":"2025-05-12T21:38:34","modified_gmt":"2025-05-12T14:38:34","slug":"fenomena-salah-urus-anggaran-rp100-triliun-menguap-aceh-tetap-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/05\/12\/fenomena-salah-urus-anggaran-rp100-triliun-menguap-aceh-tetap-miskin\/","title":{"rendered":"Fenomena Salah Urus Anggaran: Rp100 Triliun Menguap, Aceh Tetap Miskin"},"content":{"rendered":"<h4><strong>Oleh: Sri Radjasa Chandra, MBA*<\/strong><\/h4>\n<p>PEMERINTAH Aceh nampaknya tidak pernah belajar dari kelemahan dan kesalahan masa lalu, dalam menggulirkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2025 tepat waktu dan tepat sasaran.<\/p>\n<p>Kesalahan kembali terulang tahun ini, Pemerintah Aceh masih menunjukkan pola lama dalam pengelolaan APBA tahun 2025\u2014lamban, penuh tarik-menarik kepentingan, dan jauh dari harapan rakyat.<\/p>\n<p>Alih-alih menjadi instrumen pembangunan, APBA kembali terjebak dalam permainan elite yang lebih mementingkan proyek ketimbang kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Setiap tahun, masalahnya hampir selalu sama: anggaran tersendat karena kepentingan politik, bukan karena kurangnya dana atau ide.<\/p>\n<p>Begitu pula tahun ini, di mana Aceh tercatat sebagai salah satu dari 10 provinsi dengan penyerapan anggaran terendah menurut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).<\/p>\n<p>Kondisi ini mempertegas lemahnya perencanaan dan eksekusi di tingkat pemerintah.<\/p>\n<p>Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Aceh perlu segera mengambil langkah kongkrit dan strategis untuk memastikan APBA 2025 tidak kembali menjadi sekadar angka di atas kertas.<\/p>\n<p>Aceh menyandang predikat sebagai provinsi termiskin di Sumatera bukan tanpa sebab.<\/p>\n<p>Salah satu penyebab utamanya adalah buruknya pengelolaan anggaran yang terus berulang, diperparah oleh konflik internal antara eksekutif dan legislatif yang sering berebut &#8216;jatah&#8217; tanpa memikirkan dampaknya terhadap rakyat.<\/p>\n<p>Ini menjadikan Aceh sebagai ironi pembangunan: daerah kaya dana, tapi miskin hasil.<\/p>\n<p>Sejak diberlakukannya dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2008 lebih dari Rp100 triliun sudah digelontorkan ke Aceh hingga tahun 2024.<\/p>\n<p>Namun kemiskinan tetap membelenggu provinsi berjuluk Serambi Mekkah ini.<\/p>\n<p>Fenomena salah urus anggaran bukan hanya soal teknis, tapi cermin dari mentalitas para pengambil keputusan yang lebih sibuk melayani kepentingan kelompok daripada rakyat.<\/p>\n<p>Inilah akar dari tragedi sosial yang terus berlangsung.<\/p>\n<p>Tragedi kemiskinan adalah tanggung jawab para pemangku kepentingan di Aceh yang sesungguhnya tidak pernah berfikir untuk kemaslahatan rakyat Aceh.<\/p>\n<p>Kini saatnya rakyat bersuara. Jika perlu, langkah hukum seperti class action patut dipertimbangkan untuk menuntut pertanggungjawaban moral dan hukum dari pemerintah yang gagal memenuhi mandat konstitusi: menyejahterakan rakyat.<\/p>\n<h4><strong>*Penulis adalah Pemerhati Intelijen<\/strong><\/h4>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/97029?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Aceh perlu segera mengambil langkah kongkrit dan strategis untuk memastikan APBA 2025 tidak kembali menjadi sekadar angka di atas kertas.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54877,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[29],"tags":[20],"class_list":["post-97029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-pemerintah-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-24-at-22.49.48.jpeg?fit=700%2C393&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/97029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=97029"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/97029\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/54877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=97029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=97029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=97029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}