{"id":97271,"date":"2025-05-14T01:38:02","date_gmt":"2025-05-13T18:38:02","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=97271"},"modified":"2025-05-17T01:27:46","modified_gmt":"2025-05-16T18:27:46","slug":"nasir-djamil-penanganan-mahasiswi-itb-harus-edukatif-bukan-represif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/05\/14\/nasir-djamil-penanganan-mahasiswi-itb-harus-edukatif-bukan-represif\/","title":{"rendered":"Nasir Djamil: Penanganan Mahasiswi ITB Harus Edukatif, Bukan Represif"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, JAKARTA<\/strong>\u00a0\u2013 Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/m-nasir-djamil\/\">M Nasir Djamil<\/a> menyoroti penangkapan mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS oleh pihak kepolisian terkait meme tak senonoh Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo.<\/p>\n<p>Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih edukatif dan bersifat pembinaan terhadap generasi muda.<\/p>\n<p>Menurut Nasir, mahasiswa adalah aset bangsa yang tidak boleh dipandang semata dari sisi pelanggaran hukum, tetapi juga harus dilihat dari potensi pembinaan karakter dan pendidikan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita tidak ingin generasi muda kita justru menjauh dari semangat kebangsaan dan demokrasi karena pendekatan hukum yang terlalu represif. Mahasiswa harus dibina, bukan ditakuti,&#8221; ujar Nasir Djamil, Senin (13\/5\/2025).<\/p>\n<p>Dalam wawancara di kanal <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/metro-tv\/\">Metro TV<\/a>, Nasir menambahkan, penegakan hukum terhadap mahasiswa harus memperhatikan aspek edukatif. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang perlu dibimbing, bukan ditekan dengan pendekatan yang keras.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"[FULL] Dialog - Polisi Tangguhkan Penahanan Mahasiswi ITB - [Primetime News]\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/RCFn8dN0cAE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Ia menilai, dalam konteks kebebasan berekspresi dan penggunaan media sosial, anak muda perlu diarahkan agar kritis tanpa keluar dari batas etika dan hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Kebebasan berpendapat itu dijamin konstitusi. Tapi kita juga punya tanggung jawab moral untuk mengekspresikannya secara santun. Negara harus hadir dengan pendekatan mendidik, bukan menghukum semata,&#8221; lanjut politisi senior asal Aceh itu.<\/p>\n<p>Nasir juga mengapresiasi langkah Polri yang akhirnya menangguhkan penahanan terhadap SSS.<\/p>\n<p>Ia berharap kejadian ini bisa menjadi bahan refleksi semua pihak untuk memperkuat ruang dialog dan literasi digital.<\/p>\n<p>&#8220;Penegakan hukum harus berkeadilan dan berperikemanusiaan, apalagi terhadap generasi muda yang masih dalam proses mencari jati diri. Kita semua punya tanggung jawab membimbing, bukan menghakimi,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, kasus penangkapan SSS oleh aparat sempat menuai polemik di ruang publik, terutama di kalangan akademisi dan pegiat HAM.<\/p>\n<p>Banyak yang menilai pendekatan hukum terhadap mahasiswa harus proporsional dan tidak mengebiri semangat kritis di kalangan generasi muda.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/97271?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Kita tidak ingin generasi muda kita justru menjauh dari semangat kebangsaan dan demokrasi karena pendekatan hukum yang terlalu represif. Mahasiswa harus dibina, bukan ditakuti,&#8221; ujar Nasir Djamil, Senin (13\/5\/2025).<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":97272,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[12870,12989,13040,3146],"class_list":["post-97271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-anggota-komisi-iii-dpr-ri","tag-mahasiswi-itb","tag-nasir-djamil","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-14-at-01.29.56.jpeg?fit=1600%2C1005&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/97271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=97271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/97271\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/97272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=97271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=97271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=97271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}