{"id":99266,"date":"2025-05-25T19:42:06","date_gmt":"2025-05-25T12:42:06","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=99266"},"modified":"2025-05-25T19:42:06","modified_gmt":"2025-05-25T12:42:06","slug":"banda-aceh-kota-parfum-branding-ambisius-tanpa-kajian-dan-partisipasi-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/05\/25\/banda-aceh-kota-parfum-branding-ambisius-tanpa-kajian-dan-partisipasi-publik\/","title":{"rendered":"Banda Aceh &#8220;Kota Parfum&#8221;, Branding Ambisius Tanpa Kajian dan Partisipasi Publik"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Gagasan menjadikan Banda Aceh sebagai \u201cKota Parfum\u201d yang diluncurkan Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal mulai menuai kritik.<\/p>\n<p>Branding tersebut dinilai terburu-buru, tidak berbasis pada kajian mendalam, dan cenderung dipaksakan tanpa melibatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan kota.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan kehendak warga, melainkan kehendak elit. Seharusnya wacana seperti ini tumbuh dari bawah, bukan sekadar ambisi personal pemimpin,\u201d tegas Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur, dalam keterangannya, Ahad (25\/5).<\/p>\n<p>Peluncuran \u201cRoad to Launching Banda Aceh Kota Parfum\u201d pada Jum&#8217;at, 23 Mei 2025 menjadi penanda dimulainya narasi baru yang berisiko mengaburkan identitas otentik kota.<\/p>\n<p>Namun publik layak bertanya: apa modal kuat Banda Aceh sehingga layak menyandang predikat kota parfum?<\/p>\n<p>Hingga saat ini, hanya dua usaha kecil yang dikenal memproduksi parfum lokal di Aceh, yakni Minyeuk Pret dan Neelam (Universitas Syiah Kuala).<\/p>\n<p>Keduanya belum mencapai skala produksi industri atau ekspor, dan ekosistem nilam yang menjadi bahan baku utama parfum juga belum dikelola secara profesional dan terintegrasi.<\/p>\n<p>\u201cApakah masyarakat, petani nilam, pelaku UMKM, akademisi, dan pelaku pasar telah dilibatkan dalam visi besar ini? Atau ini sekadar proyek simbolik untuk membangun pencitraan selama masa jabatan?\u201d tambah Muhammad Nur.<\/p>\n<p>Bagi Muhammad Nur, branding kota bukan sekadar slogan. Ia harus tumbuh dari fakta sosial, budaya, dan ekonomi yang nyata.<\/p>\n<p>Apalagi Banda Aceh sebelumnya pernah dibranding sebagai \u201cKota Madani\u201d oleh Illiza pada masa jabatan sebelumnya, namun branding itu pun kini nyaris hilang tanpa jejak.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai \u2018Kota Parfum\u2019 hanya menjadi warisan gimmick yang menguap bersama berakhirnya masa jabatan wali kota,\u201d kritiknya.<\/p>\n<p>Menurutnya, ketimbang membangun branding baru yang belum siap dari sisi ekosistem, pemerintah kota seharusnya fokus mendukung pelaku UMKM lokal agar naik kelas dan mampu menembus pasar nasional dan global.<\/p>\n<p>\u201cPotensi nilam memang ada di Aceh, tapi belum cukup bila budidaya, penyulingan, hilirisasi, hingga pasar ekspor belum disiapkan. Branding kota tidak boleh dibangun dari angan-angan, tapi dari akar kekuatan ekonomi rakyat,\u201d tutup Muhammad Nur.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/99266?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cIni bukan kehendak warga, melainkan kehendak elit. Seharusnya wacana seperti ini tumbuh dari bawah, bukan sekadar ambisi personal pemimpin,\u201d tegas Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur, dalam keterangannya, Ahad (25\/5).<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":99285,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[295,16126,12747,16124,16125,16127],"class_list":["post-99266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-banda-aceh","tag-branding-kota","tag-illiza-saaduddin-djamal","tag-kota-parfum","tag-kritik-wali-kota","tag-pencitraan-politik"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-25-at-19.31.41.jpeg?fit=678%2C452&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/99266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=99266"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/99266\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/99285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=99266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=99266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=99266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}