INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Rektor UIN Ar-Raniry Sebut Penerapan Syariat Islam Gagal Mengislamkan Orang Aceh

Last updated: Minggu, 7 Agustus 2022 01:52 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman didampingi Kepala Biro AUPK Drs Ibnu Sa'dan dan Dosen UIN Ar Raniry Dr Jasafat MA saat bersilaturahmi dengan insan pers, Sabtu (6/8/2022)
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman didampingi Kepala Biro AUPK Drs Ibnu Sa'dan dan Dosen UIN Ar Raniry Dr Jasafat MA saat bersilaturahmi dengan insan pers, Sabtu (6/8/2022)
SHARE

BANDA ACEH — Rektor UIN Ar Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengkritisi penerapan syariat Islam di Aceh yang telah berjalan selama 21 tahun lebih, namun belum bisa membawa hasil yang baik sebagaimana harapan, bahkan terkesan gagal.

Akibat terjadi sejumlah kesalahan serius dalam penerapan syariat Islam oleh otoritas Pemerintah Aceh, mengakibatkan syariat Islam yang dijalankan hari ini gagal dalam mengislamkan orang Aceh.

Presiden RI Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Foto: Ist)
Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

“Ini yang harus menjadi perhatian, bagaimana implementasi syariat Islam di Aceh yang gagal hari ini dalam bahasa saya sendiri gagal mengislamkan orang Aceh secara baik,” ujar Prof Mujiburrahman pada acara silaturahmi dan coffee morning insan pers dengan Rektor UIN Ar-Raniry di kampus Darussalam, Sabtu (6/8)

- ADVERTISEMENT -

Prof Mujiburrahman awalnya berbicara terkait peran UIN Ar-raniry dalam membantu Pemerintah Aceh untuk mengimplementasikan syariat Islam yang sesuai standar. Syariat Islam didideklarasikan pada tahun 2001 lalu di masa kepemimpinan Gubernur Aceh Abdullah Puteh.

“Sekarang sudah 2022, artinya sudah 21 tahun, tapi kondisi syariat Islam di Aceh kalau kita lihat sekarang lebih parah dari yang sebelumnya,” kata Prof Mujib.

- ADVERTISEMENT -
Sebuah ironi telanjang terkuak dalam skema pembiayaan penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Ironi Anggaran Bencana Aceh-Sumatera: Rp165 Ribu per Hari untuk TNI, Pengungsi Banjir Hanya Rp10 Ribu

Ditambahkannya, sebagai lembaga pendidikan, UIN Ar-Raniry akan membantu pemerintah Aceh untuk mengimplementasikan atau melaksanakan syariat Islam dengan benar sesuai standar. Rektor menawarkan konsep syariat Islam moderat untuk diterapkan di Tanah Rencong yakni Islam rahmatan lil’alamin yang berbasis harmonisasi manusia, alam dan tuhan.

Menurutnya, semakin harmonis manusia, alam dan tuhan maka konflik dan malapetaka tidak akan terjadi.

“Karena kita ini berada dalam konteks NKRI, dalam hal ini kita ingin ke depannya konsep pelaksanaan syariat Islam itu harus dalam konteks Islam yang moderat. Dalam konsep yang secara simpel, kami akan melakukan harmonisasi antara manusia, alam dan Tuhan, ini sedikit filosofi nanti bisa kita dalami,” terangnya.

Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma meninjau langsung kondisi baut Jembatan Bailey penghubung Bireuen–Takengon, tepatnya di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen. (Foto: Ist)
Haji Uma Cek Langsung Baut Jembatan Bailey Teupin Mane, Ini Temuan di Lapangan

“Semakin harmonis manusia, alam, dan Tuhan, maka selesai masalah, di situ akan rahmatan lil’ alamin. Semakin tidak harmonis manusia, alam, dan tuhan, di situ semakin terjadi konflik. Di situ akan ada malapetaka,” tambahnya.

- ADVERTISEMENT -

Prof Mujiburrahman menjelaskan pernah berdiskusi dengan seorang profesor ahli fiqih dari Universitas Al-Azhar Cairo Mesir bernama Prof Ali Jumu’ah. Dalam diskusi itu, Ali menyebutkan ada tiga tahapan pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendidik masyarakat hingga mengerti dan mengamalkan tentang Islam dengan benar.

Mendidik itu disebut tidak dilakukan Pemerintah Aceh dan tidak ada dalam program pendidikan.

“Kita hampir tidak ada program pendidikan yang, didik ini sampai mengerti betul halal haramnya, baik buruknya, sampai masyarakat ini betul-betul mengerti dan mengamalkan Islam dengan benar itu tugas negara. UIN Ar-Raniry sebagai bagian dari institusi negara juga bertugas untuk itu, sekolah, Dinas Syariat Islam, semuanya bertugas mendidik masyarakat mengerti islam dengan benar. Ini tahap pertama,” ungkapnya.

Kemudian, tahap kedua adalah membenahi soal pranata sosial di tengah masyarakat. Mujiburrahman menyontohkan, hal paling kecil adalah seperti pedagang ayam di pasar. Apakah mereka telah melakukan pemotongan ayam dengan baik dan benar sesuai yang diajarkan dalam hukum Islam.

“Saya pernah lihat dengan mata kepala sendiri, orang yang menyembelih ayam itu anak muda, pakai celana pendek, tidak baca Bismillah, tidak ada baca doa, tidak ngerti dia cara potong ayam sesuai hukum syariat. Kemudian, ribuan ayam ini tersebar ke rumah makan di Banda Aceh,” imbuhnya.

“Ini pranata sosial, ini tugas negara, seharusnya negara apakah Dinas Syariat Islam atau MPU mendidik mereka memotong ayam itu dengan benar. Kalaupun mereka tidak mengerti, letakkan petugas khusus sehingga ayam itu benar-benar halal dikonsumsi, karena kalau tidak kita seperti makan bangkai tiap hari atau mengkonsumsi makanan atau daging yang haram,” lanjutnya.

Pranata sosial lainnya, mudahkan orang untuk bekerja dan nikah. Anak muda dimudahkan mencari rezeki untuk nikah, dan ini menjadi tugas negara dalam hal ini Pemerintah

Setelah itu semua dibenahi, baru masuk pada tahapan pelaksanaan hukuman. Setelah masyarakat mengerti Islam dengan benar, pranata sosial diperbaiki oleh negara, tetapi masih ada masyarakat yang melakukan kejahatan maka laksanakan hukuman cambuk.

“Ini kita belum apa-apa sudah hukuman cambuk, masyarakat kadang ada yang salatnya belum benar. Ini yang harus kita luruskan dan ini menjadi salah satu tugas UIN Ar-Raniry juga untuk mendukung pemerintah ke depannya,” terang Prof Mujiburahman. (IA)

Previous Article Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo ditangkap Irjen Ferdy Sambo Ditangkap, Dibawa ke Mako Brimob
Next Article Seorang IRT di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur meninggal dunia kesetrum arus listrik saat memperbaiki kulkas dengan tangan basah, Sabtu (6/8) Perbaiki Kulkas dengan Tangan Basah, IRT di Aceh Timur Meninggal Tersetrum Listrik

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Puluhan ribu personel TNI yang dikerahkan dalam penanganan bencana Aceh-Sumatera tidak bekerja cuma-cuma. Setiap personel yang bertugas di lapangan memperoleh uang makan dan uang lelah dengan total Rp165 ribu per hari. (Foto: Ist)
Nasional
Tidak Gratis, Personel TNI Tangani Bencana Aceh–Sumatera Terima Uang Rp165 Ribu per Hari
Kamis, 1 Januari 2026
Putra Aceh Brigjen Pol Dedy Tabrani resmi menyandang bintang satu setelah beberapa pekan mengemban tugas sebagai Kepala BNNP Aceh. (Foto: Ist)
Umum
Pecah Bintang, Brigjen Dedy Tabrani Jenderal Baru dari Tanah Rencong
Jumat, 2 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Sebuah ironi telanjang terkuak dalam skema pembiayaan penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Aceh
Ironi Anggaran Bencana Aceh-Sumatera: Rp165 Ribu per Hari untuk TNI, Pengungsi Banjir Hanya Rp10 Ribu
Jumat, 2 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Banda Aceh berlangsung tanpa perayaan, Rabu malam (31/12). (Foto: Ist)
Aceh

Empati untuk Korban Bencana, Malam Tahun Baru 2026 di Banda Aceh Tanpa Perayaan

Kamis, 1 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun memimpin rapat perdana penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) pascabencana banjir bandang dan longsor Aceh di Ruang Rapat Sekda, Rabu (31/12).
Aceh

Tim Kerja R3P Mulai Susun Blueprint Rehab-Rekon Aceh Pascabencana  

Kamis, 1 Januari 2026
Pemerintah Pusat memastikan pengembalian Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Aceh tahun anggaran 2026 dengan nilai Rp1,6 triliun. (Foto: Ilustrasi)
Aceh

Pusat Kembalikan DAK dan TKD Aceh Rp1,6 Triliun, Pemulihan Bencana Jadi Prioritas Nasional

Kamis, 1 Januari 2026
Empat kabupaten kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor, akibat dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (Foto: Ist)
Aceh

4 Kabupaten di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga Awal Januari 2026

Kamis, 1 Januari 2026
Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

MPU Aceh Tidak Dilibatkan dalam Tim Kerja Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana

Rabu, 31 Desember 2025
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. (Foto: Ist)
Aceh

Mualem Pikirkan Daging Meugang untuk Warga Aceh Pascabencana 

Rabu, 31 Desember 2025
Mendagri Tito Karnavian mengunjungi wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Desa Geudumbak Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (30/12). (Foto: Puspen Kemendagri)
Aceh

Mendagri Tiba di Langkahan Aceh Utara dan Serahkan Bantuan Percepat Pemulihan Pascabencana

Rabu, 31 Desember 2025
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. (Foto: Ist)
Aceh

Mualem Ikut Kecam Hilangnya Baut Jembatan Bailey di Bireuen

Rabu, 31 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?