Aceh

Jejak Peduli Turun ke Lokasi Banjir Aceh, Salurkan Logistik dan Trauma Healing untuk Anak-anak

Aceh Utara, Infoaceh.net – Komunitas kemanusiaan Jejak Peduli bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara. Sejak akhir Januari 2026, relawan turun langsung menyalurkan bantuan logistik sekaligus memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban bencana.

Bantuan yang dibawa mencakup bahan makanan, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan harian keluarga terdampak. Distribusi dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi lapangan dan akses wilayah yang sempat terisolasi akibat genangan air.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Selain logistik, relawan juga menggelar kegiatan pemulihan psikologis untuk anak-anak di sejumlah sekolah, di antaranya SDIT An-Nur Pidie Jaya, SDIT Ceudah Rabbani, serta SD Negeri 1 Langkahan. Kegiatan ini difokuskan untuk membantu anak kembali merasa aman dan nyaman setelah mengalami situasi darurat.

Baca Juga:  APBK Perubahan Banda Aceh Tembus Rp1,57 Triliun, Belanja Naik Rp259,48 Miliar

Pendiri Jejak Peduli, Rizki Saputra, menegaskan bahwa misi relawan bukan hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga menyuarakan kondisi warga di lapangan.

Menurutnya, dampak banjir masih terasa kuat. Sejumlah anak terpaksa belajar di ruang darurat, sementara beberapa bangunan sekolah mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga:  Sanger Day Fest 2026 Berakhir, Kolaborasi 20 Komunitas Kreatif Aceh Jadi Gerakan Baru

Di tingkat desa, Plt. Keuchik Gampong Pante Gaki Balee, Tgk. Amri, mengungkapkan saat banjir melanda, warga menyelamatkan diri ke titik-titik lebih tinggi. Sebagian bahkan bertahan di tempat seadanya sambil menunggu bantuan datang. Ia juga menyebut akses distribusi sempat terhambat dan terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi banyak pihak — mulai dari bantuan logistik hingga pendampingan mental — agar warga, khususnya anak-anak, dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait