Aceh Besar — Sesuai data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting di Kabupaten Aceh Besar hingga akhir Agustus 2022, turun menjadi 17,9 persen.
Sebelumnya, tahun 2021 angka stunting sesuai data EPPGBM di Aceh Besar mencapai 20 persen.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Neli Ulfiati SKM MPH mengatakan, hingga saat ini Dinas Kesehatan terus menggencarkan intervensi sensitif.
“Penanganan untuk menurunkan angka stunting sedang gencar dilakukan di Aceh Besar, terutama dalam mengawal 1000 hari pertama kehidupan, mulai hamil sampai anak berusia 2 tahun,” kata Neli Ulfianti, di Kota Jantho, Sabtu (3/9/2022).
Neli menjelaskan, bulan Agustus Dinkes telah melakukan pengukuran ulang secara serentak hingga pemberian vitamin A bagi balita dan asupan gizi tambahan bagi balita dan ibu hamil.
“Pada bulan Agustus lalu kita telah melakukan berbagai upaya penurunan stunting secara serentak dengan berbagai tindakan, mudah-mudahan target penurunan stunting tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, Dinkes bersama stakeholder terkait terus bersinergi dengan intervensi spesifik dalam penanganan.
“Sedangkan dinkes sendiri melakukan intervensi sensitif dalam rangka mencegah hingga penanganan stunting,” katanya.
Aceh Besar dalam waktu dekat ini juga akan mendukung melakukan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) yang dipelopori oleh BKKBN Provinsi Aceh.
Neli Ulfiati mengatakan Dinkes bersama Dharma Wanita Aceh Besar melakukan penyaluran langsung kepada Ibu Hamil KEK dan Balita Gizi Kurang sebagai langkah antisipasi dan penanganan stunting.
“Ini salah satu upaya yang sedang giat kita lakukan bersama,” tegas Neli.
Sementara itu, Sri Wahyuna, Ketua Dharma wanita Aceh Besar mengaku bahwa stunting adalah persoalan bersama yang harus menjadi tanggungjawab semua elemen, tidak terkecuali Dharma Wanita.
“Kita ingin Ibu hamil sehat dan melahirkan anak yang sehat pula, sehingga kita terus berusaha melakukan sekecil apapun untuk merek,” katanya.
Ia pun berharap agar hal tersebut menjadi perhatian semua pihak terutama keluarga, tetangga dan masyarakat dilingkungan tersebut.
Kegiatan pembagian PMT tersebut juga didampingi oleh Kepala Puskesmas Darul Imarah dan Kabid Kesmas Dinkes serta Bidan Desa setempat. (IA)



















