SIGLI — Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh dan Kadis Pemuda dan Olahraga Aceh melakukan pemantauan secara langsung pembangunan sejumlah infrastruktur venue sebagai tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV Tahun 2022vdi Kabupaten Pidie.
Pemantauan dilakukan Ahad (18/9) yang tersebar di sejumlah titik di pusat Kabupaten Pidie.
Adapun yang hadir dalam peninjauan secara langsung itu masing-masing, Ketua Komisi V DPRA M Rizal Fahlevi Kirani bersama anggota Muslim Syamsuddin, Tarmizi, Azhar Romen, Zaini Bakri. Dari pihak KONI Aceh, ketua harian Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak bersama Sekum M Nasir serta anggotanya, Muktaruddin, Kennedy, Heri Laksana, Jahirsyah Amsar, Darmawan, Husaini serta kepala Dispora Aceh, Dedy Yuswadi AP.
Dari pihak tuan rumah, ketua KONI Pidie yang juga ketua panitia PORA, Samsul Bahri, Sekretaris yang juga sebagai PP PORA, Ridwan MPd serta Kepala Disporapar Pidie juga sebagai ketua PP PORA, Eddy Saputra SSTP MSi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh Dedy Yuswadi mengatakan, peninjauan ini untuk memastikan kesiapan venue pelaksanaan event olahraga empat tahunan itu.
Apalagi, kata Dedy, baru-baru ini tersiar kabar bahwa venue tersebut belum siap, sehingga pelaksanaan PORA yang semestinya berlangsung 23 November hingga 5 Desember 2022 di Kabupaten Pidie, terancam dilakukan penundaan.
“Even PORA XIV tetap dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan tidak ada perubahan pergeseran tempat sampai hari ini,” ujar Dedy.
Menurutnya, PORA adalah wahana untuk memacu prestasi dan unjuk kebolehan, sebelum meningkat ke kompetisi yang lebih tinggi. Para atlet diminta bertanding secara sportif dan kreatif dengan tetap saling menghargai persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Juara sejati adalah mereka yang punya tekad kuat, gigih dalam berlatih, serta jujur dalam bersikap. Saya berharap, spirit sang juara itu ada pada diri kalian semua,” kata Dedy Yuswadi.
Dia menyebutkan, pelaksanan PORA sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, yang menyebutkan tentang pentingnya pembinaan berjenjang untuk semua cabang olahraga.
“PORA adalah bukti keseriusan Pemerintah Aceh dalam membina atlet,” demikian Dedy Yuswadi
Kadispora Aceh Dedy Yuswadi menegaskan, pelaksanaan PORA XIV tetap berlangsung di Pidie. Tentang jadwal akan duduk bersama Dinas Olahraga seluruh Kabupaten/Kota.
“Pelaksanaan PORA XIV tetap berlangsung di Pidie, tidak ada perubahan tempat, sedangkan jadwal akan dibicarakan dengan instansi terkait,” ucap Kadispora Aceh.
Ketua Komisi V DPRA M Rizal Falevi Kirani mengatakan, peninjauan ke seluruh venue yang sedang dikerjakan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV di Pidie, dimaksudkan untuk melihat langsung kondisi terkini dalam proses pengerjaan dan sejauh mana persiapan menuju PORA nantinya.
“Dari hasil tinjauan lapangan, kita sudah melihat langsung proses pengerjaan venue- venue cabor. Kita berharap seluruh venue yang sedang dibangun bisa tepat waktu, juga venue yang lainnya sesuai rencana”, ungkap Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani, Ahad (18/9/2022).
Ia juga mengatakan, pelaksanaan PORA XIV tetap di Kabupaten Pidie, dan akan menyampaikan hasil tinjauan lapangan kepada Pj Gubernur, untuk dicari solusi bersama.
“Nanti akan dibicarakan bersama, Pemerintah Aceh, DPRA, KONI dan Pemkab Pidie. Diundur atau tidak dari hasil pembicaraan tersebut, tentu dengan keputusan yang bijak demi untuk kebaikan,” sebut M Rizal Falevi Kirani. (IA)

















