ACEH UTARA — Puluhan desa di tujuh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, Rabu (5/10) akibat curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai.
Puluhan desa yang mengalami banjir itu saat ini berada di wilayah Kecamatan Matangkuli, Kecamatan Pirak Timu, Kecamatan Tanah Luas, Kecamatan Cot Girek, Kecamatan Samudera, Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Nisam.
Sebelumnya, pada Selasa (4/10) kemarin, banjir hanya terjadi di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu.
Selain rumah dan lahan pertanian penduduk, banjir kini juga merendam kantor Kepolisian Sektor (Polsek) hingga Komando Rayon Militer (Koramil) setempat
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Asnawi mengatakan tujuh kecamatan yang dilanda banjir itu akibat hujan deras dalam sepekan ini di Aceh Utara dan Bener Meriah, mengakibatkan meluapnya aliran sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak.
Menurutnya, air sungai meluap sejak Selasa pagi dan mengalir ke rumah penduduk di Matangkuli dan Pirak Timu. Namun, hujan yang kian deras dan tak kunjung turun membuat luapan air sungai meluas di kecamatan lain. Ketinggian air berkisar 10-150 centimeter.
Di Kecamatan Matangkuli, selain rumah penduduk, banjir juga merendam kantor Polsek, Koramil, Puskesmas, hingga beberapa sekolah. Adapun di Nisam, jalanan desa alami longsor.
Kecuali di Nisam, warga enam kecamatan lain sudah mengungsi ke meunasah atau titik ketinggian lainnya. Sejumlah dapur umum juga telah dibuka di lokasi pengungsian.
Asnawi menyebutkan petugas mulai berupaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Evakuasi juga dilakukan di daerah yang berpotensi banjir tambah parah.
“Hujan deras terus turun menambah debit air sungai dan membuat banjir yang lebih besar. Sebagian jalan dalam kecamatan Matangkuli tertutup untuk kendaraan umum,” sebutnya.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Rabu (5/10) menjelaskan, berdasarkan laporan dari Polres Aceh Utara, saat puluhan desa di Kabupaten tersebut, sejumlah polisi disiagakan untuk melakukan tugas humanis.
Tugas humanis yang dilakukan Polisi adalah memantau debit air untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak terjebak akan dampak banjir tersebut.
Selain itu, polisi juga telah dikerahkan ke lokasi-lokasi yang masih banjir untuk memberi bantuan kepada masyarakat seperti membantu masyarakat yang berkendaraan saat terjebak banjir dan memperlancar arus transportasi.
Selanjutnya sejumlah kendaraan dinas Kepolisian turut disiagakan untuk mengevakuasi masyarakat yang akan melintasi area banjir.
Sementara itu, personel Brimob Kompi 4 Batalyon B Pelopor turut membantu mengevakuasi korban banjir di Desa Teupin Keubu, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Rabu, 5 Oktober 2022.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy menyampaikan, evakuasi tersebut dilakukan karena banjir yang melanda puluhan desa di Aceh Utara pasca diguyur hujan.
“Ada beberapa desa di Aceh Utara dilanda banjir lantaran tingginya curah hujan. Namun, personel dari Brimob sudah di lokasi untuk bantu evakuasi,” jelas Winardy.
Ia mengimbau masyarakat tetap wasapada mengantisipasi kemungkinan bencana baik banjir atau longsor. Apalagi hujan masih mengguyur sebagian wilayah di Aceh. (IA)



















