Ekonomi

Tim Gabungan Sidak Penyaluran BBM Subsidi di Bireuen dan Aceh Utara

BIREUEN — Tim gabungan melakukan sidak proses penyaluran BBM bersubsidi di dua daerah di Aceh, yaitu Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara pada Kamis (9/2/2023).

Sidak tersebut melibatkan tim gabungan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Biro Perekonomian Setda Aceh, Polda Aceh dan Hiswana Migas Wilayah Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dalam sidak itu, mereka memantau proses penyaluran SPBU di kawasan Cot Gapu, Jeunieb dan Peudada.

Kepala Seksi Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh Ir Eulis Yesika menyampaikan sidak tersebut untuk melihat langsung proses distribusi BBM subsidi di SPBU.

Upaya itu, kata Eulis Yesika, untuk memastikan proses penyaluran BBM bersubsisi apakah sudah sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 542/21981 tentang Pengendalian Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Solar Subsidi (Bio Solar) di Wilayah Aceh.

Baca Juga:  ACF 2026 Jadi Panggung Kuliner Aceh, 100 Lebih UMKM Unjuk Cita Rasa di Taman Sulthanah Safiatuddin

“Sidak ini untuk melihat langsung bagaimana kesiapan SPBU dalam memberikan pelayanan kepada konsumen setelah adanya sistem baru yang diterapkan pemerintah,” tegas Eulis Yesika.

Dalam sidak tersebut, kata Eulis, semua SPBU sudah melayani dengan mengunakan barcode dan konsumen juga sudah memanfaatkan sistem barcode saat membeli minyak subsidi.

“Awalnya memang ada kendala dari konsumen saat mengisi barcode, ada yang salah dalam mendaftar, namun semua diperbaiki oleh pihak SPBU,” jelasnya.

Sementara Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin saat kunjungan ini juga meminta pemilik SPBU untuk betul-betul menjalankan aturan tersebut agar distribusi minyak subsidi tepat sasaran.

Baca Juga:  Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Resmi Dibuka, Akhiri Macet Panjang Banda Aceh–Medan 

“Jika ada konsumen yang belum mengunakan barcode maka pemilik SPBU harus membantu membuatnya, dan jangan mengisi lebih dari ketentuan yaitu 20 liter bagi kendaraan roda empat yang belum memiliki barcode,” ungkapnya.

Selain itu, Nahrawi Noerdin juga meminta pengelola SPBU agar setiap hari mengecek nozle dengan mengukur minyak yang keluar dari nozle apakah sesuai takarannya.

“Pengukuran Ini harus dilakukan agar tidak ada yang dirugikan baik konsumen maupun pihak spbu sendiri,” pungkas Nahrawi Noerdin atau akrab disapa Toke Awi. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait