INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Pemilu 2024 Sekedar Basa-basi Demokrasi

Last updated: Rabu, 29 November 2023 22:32 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Whatsapp Image 2023 11 29 At 22.29.29
Pemilu 2024 Sekedar Basa-basi Demokrasi
SHARE
Oleh: Kolonel Inf (Purn) Drs Sri Radjasa Chandra MBA

PENDIDIKAN politik di era reformasi adalah praktek politik tidak jujur pada bangsa, kita selalu berkoar tentang keberhasilan transformasi politik dari otoriter ke demokrasi, walau sesungguhnya jika tidak ingin dikatakan jalan di tempat, penerapan demokrasi paska reformasi masih sebatas prosedural yang berorientasi pada kekuasaan dan raihan electoral.

Nampaknya tidak ada yang membedakan antara orde baru dengan orde reformasi, hanya pemainnya yang berbeda. Pencitraan demokrasi hanya pada tataran penggunaan instrumen demokrasi, tapi dalam prakteknya tetap saja penetrasi kekuasaan sangat kuat atau lebih tepat disebut otoritarianisme dalam penyelenggaraan bernegara.

Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas

Carut marut kehidupan demokrasi menjelang penyelenggaraan Pemilu 2024, justru dipicu oleh kuatnya birahi politik penguasa untuk
melanggengkan kekuasaanya, tanpa mempertimbangkan kaidah demokrasi.

- ADVERTISEMENT -

Mulai dari rekayasa instrumen hukum dan penguasaan institusi hukum untuk tidak netral, monopoli sumber dana dan dukungan oligarki, penguasaan network di daerah melalui kebijakan Pilkada serentak 2024, praktek politik sandera terhadap pimpinan parpol papan atas, kewenangan untuk menetapkan perangkat Pemilu, secara terukur melakukan black campaign hingga kriminalisasi terhadap Capres lain, penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan kampanye, intimidasi terhadap pejabat negara yang tidak loyal.

Menarik untuk diamati pada Pemilu 2024 adalah terjadinya konflik politik yang semakin akut di tataran kekuasaan negara.

- ADVERTISEMENT -
1.794 Hektare Tambak Tenggelam, Luka yang Tersisa Pascabanjir Pidie

Pecahnya dukungan terhadap dua pasangan calon antara kubu Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, akan menjadi pemicu terjadinya kecurangan massif pada penyelenggaraan Pemilu 2024.

Pasangan Prabowo-Gibran yang mendapat dukungan full power dari Presiden RI dan partai politik papan atas, tentunya memiliki akses terhadap network politik dan fasilitas negara, untuk dieksploitasi dalam rangka meraih suara terbanyak pada Pemilu 2024.

Kondisi ini tentunya menjadi hambatan faktual bagi terwujudnya iklim demokrasi mengiringi Pemilu 2024, bahkan sangat berpeluang tampilnya bentuk otoritarian dalam potret kekuasaan mendatang.

Prof Dr TM Jamil MSi
Aceh Bukan Kolam Ikan:  Menggugat Syahwat Proyek di Tengah Bencana Banjir

Mencermati fenomena Pemilu 2024, dengan simpul konflik di lingkungan kekuasaan yang semakin akut, maka jika penyelenggaraan Pemilu 2024 tanpa adanya pressure dan pengawasan ketat oleh seluruh elemen bangsa, sudah dapat diprediksi paslon nomor 2 Prabowo-Gibran akan mudah merebut kursi Presiden RI periode 2024-2029.

- ADVERTISEMENT -

Indikator dari prediksi tersebut antara lain, paslon nomor 2 akan memanfaatkan seluruh akses kekuasaan yang saat ini berada ditangannya.

Bagi Prabowo momentum Pemilu 2024 adalah last opportunity untuk merebut singgasana RI 1. Karena itu, majunya Prabowo kali ini didasarkan oleh pertimbangan dukungan full power penguasa, bukan atas dasar pertimbangan elektabilitas.

Bercermin pada kekalahan Prabowo di masa lalu, karena Prabowo tidak berada di inner circle kekuasaan dan tidak mendapat dukungan asing. Praktek menghalalkan segala cara, sudah dapat dipastikan akan terjadi massif dalam Pemilu 2024.

Bahkan grand skenario kemenangan capres yang mendapat restu penguasa, sudah dipersiapkan jauh sebelumnya. Mustahil nilai demokrasi dapat tumbuh dalam iklim politik yang otoriter dan kehidupan partai politik nasional yang tidak memberikan keteladanan berdemokrasi, ketika partai politik menjadi milik keluarga para oligarki.

Sangat disayangkan Pemilu 2024 dengan biaya yang sangat fantastik hanya menjadi ajang politik basa basi, namun dengan risiko semakin terbelahnya bangsa ini.

Karenanya tidak berlebihan jika Indonesia perlu bercermin kepada dinamika kehidupan politik di Aceh. Kita masih ingat Pilkada Aceh 2017 yang mengusung 3 paslon Gubernur Aceh dari elite GAM, tapi pesta demokrasi dapat berjalan pada koridor etika demokrasi, tanpa adanya kekerasan, intimidasi maupun kecurangan.

Nampaknya untuk berdemokrasi dibutuhkan pendidikan politik kesatria, tidak melulu berfikir tentang kekuasaan semata.

Seyogyanya sudah saatnya Indonesia perlu menoleh ke Aceh, untuk mengadopsi politik kesatria yang mengedepankan prinsip-prinsip “dalam berdemokrasi kalah atau menang bukan tujuan, tapi menjunjung tinggi hasil Pemilu adalah hakikat tertinggi dari demokrasi yang bermarabat”.

*Penulis adalah Pemerhati Aceh
TAGGED:2024basa-basidemokrasiopinipemilusekedar
Previous Article Antrian panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM menjadi pemandangan yang terlihat di sejumlah SPBU dalam wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir Antrian BBM Akibat Sejumlah SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar Dapat Sanksi Pertamina
Next Article Ketua PGRI Banda Aceh Zulfikar SE MSi menyerahkan pohon kepada kepala sekolah dalam rangka memperingati HUT ke-78 PGRI dan HGN Tahun 2023, di Sekretariat PGRI Banda Aceh di SMAN 15 Adidarma Banda Aceh, Rabu (29/11) PGRI Banda Aceh Gelar Bakti Sosial dan Penghijauan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Surat Warga
TA Sakti, Penjaga Ingatan Tanah Rencong yang Menghidupkan Kembali Majun Aceh
Jumat, 9 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh
Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus
Kamis, 8 Januari 2026
Aceh masih bertahan sebagai provinsi dengan persentase jumlah penduduk miskin tertinggi di pulau Sumatera per Maret 2024, yakni 14,23 persen. (Foto: BPS)
Aceh
Aceh Masih Pertahankan Provinsi Termiskin di Sumatera
Senin, 1 Juli 2024

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Kondisi rumah warga yang terkubur lumpur akibat banjir bandang di Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Opini

Di Balik Luka dan Tangisan Rakyat Aceh Akibat Kelalaian Negara

Sabtu, 3 Januari 2026
Ketika hukum pidana buruk berada di tangan aparat korup, birokrasi inkompeten dan kekuasaan cenderung otoriter, maka negara sedang menapaki jalur darurat hukum. (Foto: Ist)
Opini

Indonesia dalam Kondisi Darurat Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026
Opini

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Rabu, 31 Desember 2025
Opini

Aceh dan Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh dalam Republik Indonesia

Senin, 29 Desember 2025
Opini

Menjaga Damai di Tengah Bencana, Menahan Diri dari Segala Provokasi

Minggu, 28 Desember 2025
Jangan biarkan pejabat 'wet-wet gaki' (ongkang-ongkang kaki) di tengah bencana terulang. Foto: Ilustrasi
Opini

Jangan Biarkan Pejabat ‘Wet-Wet Gaki’ di Tengah Bencana Aceh

Rabu, 24 Desember 2025
Mayjen TNI (Purn) TA Hafil Fuddin SH SIP MH
Opini

Aceh Tamiang Tak Cukup Diberi Bantuan, Perlu Rekonstruksi Menyeluruh dan Tata Ruang Baru

Selasa, 23 Desember 2025
Opini

Bencana Aceh-Sumatera, Negara Hadir dalam Rapat dan Pidato 

Jumat, 19 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?