Ekonomi

APDESI Aceh Dukung Distribusi Elpiji 3 Kg Dialihkan ke BUMG Desa

INFOACEH.NET, BANDA ACEH — Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) terkait usulan agar distribusi gas elpiji 3 kg dialihkan pengelolaannya ke badan usaha milik gampong (BUMG) di setiap desa.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah tepat untuk mengatasi masalah kelangkaan gas bersubsidi yang sering dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah di Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Kami mendukung inisiatif SAPA ini, sudah saatnya Pj Gubernur Aceh dan DPRA mengambil tindakan nyata dengan membuat aturan dan regulasi agar pangkalan gas elpiji 3 kg dikelola langsung oleh BUMG desa. Dengan begitu, distribusi gas elpiji akan lebih mudah terkontrol. Tepat sasaran dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET),” kata Ketua DPD APDESI Aceh, Muksalmina Asgara, Rabu, 9 Oktober 2024.

Menurutnya, selama ini permainan dalam distribusi gas elpiji sangat merugikan masyarakat. Banyak ditemukan kelangkaan dan harga yang tidak sesuai dengan ketentuan, terutama pada momen-momen tertentu seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hal ini menyebabkan masyarakat merasa kesulitan mendapatkan gas elpiji dan terpaksa membelinya dengan harga yang jauh lebih mahal.

Baca Juga:  Perkuat Layanan Saat Gangguan, PLN Aceh Hadirkan Fasilitas Disaster Recovery Center

“Jika pangkalan gas elpiji dikelola oleh desa melalui BUMG, saya yakin masalah kelangkaan gas dapat teratasi dan masyarakat tidak lagi kecewa karena stok habis dalam waktu singkat. Pengalihan ini akan memastikan distribusi gas lebih merata, serta menambah Pendapatan Asli Gampong (PAG) desa,” tegasnya.

Ia menambahkan, distribusi gas elpiji 3 kg melalui BUMG akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal pengawasan dan penyaluran subsidi yang lebih akurat.

“Dengan sistem ini, desa dapat lebih mengontrol penyaluran gas subsidi sehingga tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan,” terangnya.

Ketua APDESI Aceh berharap Pj Gubernur Aceh segera mengambil langkah kongkrit dan mengalihkan distribusi gas elpiji ke BUMG desa demi kepentingan masyarakat.

“Saatnya Aceh punya sistem distribusi gas yang lebih adil dan transparan, serta menyejahterakan masyarakat desa. Semoga ini menjadi awal dari perubahan besar dalam pengelolaan sumber daya di Aceh,” pungkasnya.

Baca Juga:  Suara Diduga Wali Kota Sabang Larang Pembangunan Indomaret

Sebelumnya, seruan ini datang dari SAPA agar Pj Gubernur Aceh untuk segera membuat kebijakan kongkrit dan tegas dengan mengalihkan pengelolaan distribusi gas elpiji 3 kg ke badan usaha milik gampong (BUMG) di setiap desa.

SAPA mengusulkan setiap desa memiliki satu pangkalan gas elpiji yang dikelola oleh BUMG dengan pendataan ketat terhadap warga yang berhak menerima. Dengan demikian, penyaluran gas elpiji dapat dipantau dan dijamin tepat sasaran.

Menurut SAPA, pengalihan distribusi ke BUMG akan menciptakan transparansi dan akuntabilitas.

Pemerintah Gampong sebagai pengelola akan lebih peka terhadap kebutuhan masyarakatnya, sehingga tidak ada lagi keluhan tentang kelangkaan atau harga yang melambung tinggi.

“Pj Gubernur Aceh harus menunjukkan keberpihakannya. Segera buat regulasi yang mengikat agar setiap desa punya pangkalan gas elpiji sendiri, yang diawasi dan dikelola BUMG dengan pendampingan dari pemerintah. Ini bukan hanya solusi jangka pendek, tapi juga jangka panjang agar distribusi gas elpiji di Aceh lebih tertata dan tidak ada lagi penyimpangan,” pinta Ketua SAPA Fauzan Adami.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait