INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Banda Aceh dan Lhokseumawe Peringkat Atas Pengakses Judi Online

Last updated: Kamis, 24 Oktober 2024 18:30 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Img 20241024 Wa0020
SHARE

Kita telah mendengar janji-janji muluk pemerintah tentang pemberantasan judi online. Komdigi (dulu Kominfo) dan Satgas Anti-Judi Online seharusnya menjadi garda terdepan dalam upaya memberantas penyakit masyarakat ini.

Namun, data terbaru justru menunjukkan sebaliknya—platform judi online tumbuh subur di Indonesia, bahkan di kota-kota yang sebelumnya dianggap konservatif, seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe.

Kondisi rumah warga yang terkubur lumpur akibat banjir bandang di Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Di Balik Luka dan Tangisan Rakyat Aceh Akibat Kelalaian Negara

Pertanyaannya, mengapa upaya pemerintah terus gagal, sementara judi online semakin mudah diakses?

- ADVERTISEMENT -

Aplikasi Keuangan BUMN Fasilitator Judi Online

Sebagai generasi yang selalu terhubung dengan teknologi, kita menyaksikan fenomena ini berkembang di depan mata. Judi online telah menyusup ke dalam kehidupan sehari-hari, disembunyikan di balik kemudahan aplikasi keuangan dan platform internet yang menjadi fasilitator judi online.

- ADVERTISEMENT -
Ketika hukum pidana buruk berada di tangan aparat korup, birokrasi inkompeten dan kekuasaan cenderung otoriter, maka negara sedang menapaki jalur darurat hukum. (Foto: Ist)
Indonesia dalam Kondisi Darurat Hukum

Mirisnya, pemerintah tidak bertindak tegas terhadap platform seperti DANA, OVO, GoPay, ShopeePay, bahkan LinkAja—anak perusahaan BUMN.

Bagaimana mungkin e-wallet yang seharusnya mempermudah transaksi keuangan rakyat kecil, justru memfasilitasi transaksi triliunan rupiah terkait judi online?

Hal ini membuktikan bahwa ekonomi digital kita telah dimanfaatkan oleh segelintir orang yang berusaha memperkaya diri dengan mengorbankan masa depan bangsa.

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Provider Internet Pendukung Judi Online Kebal Hukum?

- ADVERTISEMENT -

Bahkan provider internet yang seharusnya berperan penting dalam memblokir akses ke situs judi online tampaknya tidak serius menegakkan aturan. Menurut laporan terbaru, hanya 35% dari ISP yang telah melakukan sinkronisasi otomatis dengan DNS positif Kominfo.

Sisanya, apakah mereka bermain mata dengan para pelaku judi online demi keuntungan ekonomi semata? Ini jelas mengkhianati kepercayaan rakyat.

Google Pendukung Kuat Judi Online Tak Berani Ditindak

Tidak berhenti di situ, platform Over The Top (OTT) seperti YouTube, Google Play, dan Facebook terus menampilkan iklan yang mengarahkan orang pada aplikasi judi.

Iklan-iklan dan indeks situs website, aplikasi yang berafiliasi judi online ini bahkan menyasar anak muda, memperkenalkan mereka pada perjudian sejak usia dini.

Saat kita mencoba melaporkan atau menekan platform ini, mereka berlindung di balik kebijakan global dan “kebebasan beriklan.”

Apakah kita hanya akan diam menyaksikan generasi muda dirusak oleh algoritma platform-platform raksasa ini?

Kota Bersyariat Banda Aceh Lemah Menyikapi Judi Online

Lebih menyedihkan lagi, upaya warga untuk berkolaborasi melawan judi online justru diabaikan oleh pemerintah.

Bukti dari Google Trends menunjukkan bahwa kota-kota yang sering diasosiasikan dengan nilai-nilai moral yang tinggi dan menerapkan syariat Islam, seperti kota Banda Aceh dan Lhokseumawe, kini berada di peringkat atas akses judi online.

Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal moralitas dan perlindungan masyarakat. Pemerintah, yang seharusnya menjadi pelindung warga, justru tampak tak peduli dengan upaya warga dalam mengatasi permasalahan ini.

Kita harus menuntut lebih dari pemerintah! Sudah saatnya Kominfo dan Satgas Anti-Judi benar-benar bertindak tegas, bukan hanya retorika dan pencitraan belaka.

Pemerintah harus menghukum tegas perusahaan e-wallet dan provider internet yang terbukti memfasilitasi transaksi judi online.

Sanksi administratif tidak cukup, mereka harus siap mencabut izin operasional bagi pihak-pihak yang membandel.

Selain itu, platform OTT seperti Google, YouTube, dan Facebook harus dipaksa untuk mengikuti aturan lokal.

Jika mereka masih terus mempublikasikan iklan dan mengindeks situs judi online, pemerintah harus siap memblokir akses mereka di Indonesia.

Sudah terlalu lama kita dijadikan objek bisnis global tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat kita.

Kita juga tidak boleh melupakan peran pendidikan dan literasi digital dalam memberantas judi online.

Generasi muda harus diberi pemahaman yang lebih baik tentang bahaya judi online, sehingga mereka tidak terjebak dalam lingkaran setan yang merugikan diri mereka sendiri dan masyarakat.

Pemerintah perlu berkolaborasi dengan komunitas lokal, sekolah, dan platform digital untuk menciptakan kampanye literasi yang masif dan efektif.

Jika pemerintah gagal melindungi kita dari judi online, siapa lagi yang bisa kita andalkan?

Jangan biarkan masa depan generasi kita hancur hanya karena ketidakseriusan pemerintah dalam menindak tegas para pelaku judi online, platform yang memfasilitasi, dan internet provider yang membiarkan akses ini terbuka lebar. Mari bersama kita tuntut tindakan nyata—bukan hanya janji-janji kosong yang tak pernah terbukti.

Penulis:
Teuku Farhan, Chairman MIT Foundation
Email: [email protected]

Previous Article Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menunjuk Heri Julius sebagai Sekretaris DPW Partai Nasdem Aceh yang baru, menggantikan Zamzami Surya Paloh Copot Zamzami dari Sekretaris Nasdem Aceh, Tunjuk Heri Julius Pengganti
Next Article Praperadilan yang dilayangkan terhadap ke Dirreskrimsus Polda Aceh (Termohon) ditolak oleh hakim PN Banda Aceh. (Foto: For Infoaceh.net) Hakim Tolak Praperadilan terhadap Polda Aceh dalam Kasus Korupsi Wastafel

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Terdakwa korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Aceh Jaya T. Reza Fahlevi, meninggal dunia pada Jum'at malam, 2 Januari 2026. (Foto: Ist)
Hukum
Sekda Nonaktif Terdakwa Korupsi PSR Aceh Jaya Meninggal Dunia  
Sabtu, 3 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Viral Link Video Andini Permata dan Bocil Bikin Heboh Warganet
Umum
Misteri Video Andini Permata dan ‘Bocil’: Viral Tanpa Identitas, Netizen Dibohongi?
Minggu, 6 Juli 2025
Luar Negeri
AS Akan Kuasai Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro
Minggu, 4 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Opini

Aceh dan Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh dalam Republik Indonesia

Senin, 29 Desember 2025
Opini

Menjaga Damai di Tengah Bencana, Menahan Diri dari Segala Provokasi

Minggu, 28 Desember 2025
Jangan biarkan pejabat 'wet-wet gaki' (ongkang-ongkang kaki) di tengah bencana terulang. Foto: Ilustrasi
Opini

Jangan Biarkan Pejabat ‘Wet-Wet Gaki’ di Tengah Bencana Aceh

Rabu, 24 Desember 2025
Mayjen TNI (Purn) TA Hafil Fuddin SH SIP MH
Opini

Aceh Tamiang Tak Cukup Diberi Bantuan, Perlu Rekonstruksi Menyeluruh dan Tata Ruang Baru

Selasa, 23 Desember 2025
Opini

Bencana Aceh-Sumatera, Negara Hadir dalam Rapat dan Pidato 

Jumat, 19 Desember 2025
Opini

Indonesia dalam Cengkeraman Kepribadian Otoritarian

Kamis, 18 Desember 2025
Opini

Negara Belum Sepenuhnya Hadir di Tengah Bencana Banjir Aceh

Rabu, 17 Desember 2025
Mahmud Padang (Pemerhati Sosial Politik Aceh, Ketua DPW Alamp Aksi Aceh)
Opini

Drama Nasional di Panggung Bencana Aceh

Jumat, 12 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?