Pendidikan

Ratusan Miliar Uang Mengendap di Baitul Mal Aceh Seharusnya Bantu Pendidikan Warga Kurang Mampu

Infoaceh.net, BANDA ACEH –Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg menyoroti pentingnya pemanfaatan anggaran pendidikan secara efektif.

Ia menyinggung dana ratusan miliar yang mengendap di Baitul Mal Aceh, yang seharusnya dapat dialokasikan untuk membantu pendidikan masyarakat kurang mampu.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Jangan sampai ada anak Aceh yang tidak bisa bersekolah karena faktor ekonomi. Dana yang ada harus dikelola dengan baik agar bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Prof Mujiburrahman, Kamis (13/2)

Mujiburrahman juga mengingatkan bahwa Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya angka kemiskinan hingga ketimpangan dalam pengelolaan anggaran daerah.

Prof Mujib mengingatkan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fad) agar menjadikan pendidikan berkualitas sebagai prioritas utama dalam pemerintahan mereka.

Baca Juga:  Harumkan Nama Aceh, Siswi MTsN 1 Banda Aceh Raih Medali Perak OPSI Nasional

Menurutnya, pendidikan yang baik adalah hak setiap warga Aceh dan menjadi kunci dalam membangun masa depan daerah yang lebih maju.

“Pendidikan adalah hak fundamental setiap warga Aceh. Pemerintah baru harus memastikan tidak ada anak Aceh yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Mujiburrahman.

Mujiburrahman menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas guru, akses beasiswa, serta kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia berharap Gubernur Aceh Muzakir Manaf-Fadhlullah atau Mualem-Dek Fad dapat membawa perubahan dengan mengutamakan kebijakan berbasis riset dan data.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry Lantik Ketua Prodi FTK: Jangan Persulit Mahasiswa

“Kami dari UIN Ar-Raniry siap berkolaborasi dan memberikan kontribusi dalam bentuk penelitian, kajian akademik, serta pendampingan kebijakan. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat penting untuk membangun Aceh yang lebih baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mujiburrahman menegaskan pembangunan di Aceh harus berfokus pada tiga aspek utama, yakni keagamaan, pendidikan, dan ekonomi. Menurutnya, ketiga aspek ini saling berkaitan dalam menciptakan masyarakat yang berdaya saing dan sejahtera.

“Keagamaan menjaga moralitas, pendidikan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan ekonomi memperkuat kesejahteraan rakyat. Ini harus menjadi prioritas ke depan,” tegasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait