Banda Aceh, Infoaceh.net — Menjelang peringatan Milad atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak mengibarkan bendera bulan bintang yang hingga kini masih dilarang oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Belakangan, sejumlah video pengibaran bendera bulan bintang beredar luas di media sosial, terutama menjelang momentum 4 Desember.
Menyikapi hal itu, Mualem memilih merespons secara tenang dan tidak memperkeruh situasi.
“Kita mengimbau tidak menaikkan dulu bendera bulan bintang,” ujar Mualem kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (18/11/2025).
Meski mengimbau agar tidak dikibarkan, Mualem juga mengaku tidak terlalu mempermasalahkan fenomena tersebut, terutama jika dilakukan oleh para pemuda dalam konteks tertentu.
“Tapi ya lah, untuk aneuk muda sigoe-goe kon hana peu (sekali-sekali kan nggak apa-apa),” ujarnya sambil tersenyum.
Tradisi pengibaran bendera bulan bintang masih kerap terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti peringatan maulid di sejumlah desa di Aceh.
Bendera biasanya dipasang pada tiang kayu di sekitar lokasi acara.
Bahkan pada kegiatan doa bersama dan pembersihan makam syuhada Daerah III Tgk. Chiek di Paya Bakong, Wilayah Samudera Pasee, Desa Leupon Siren, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (9/10), warga menyambut kedatangan Mualem dengan deretan bendera bulan bintang.
Dalam dokumentasi acara, beberapa bendera tampak berkibar di belakang Mualem saat memberikan sambutan. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pejuang GAM.
Bendera bulan bintang sebenarnya telah disahkan sebagai bendera Aceh melalui Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Namun hingga kini pemerintah pusat belum memberikan persetujuan dan menilai bendera tersebut identik dengan simbol GAM yang pernah berkonflik dengan negara.
Bendera berwarna dasar merah dengan garis hitam-putih itu memang merupakan bendera resmi GAM saat masa konflik Aceh, sehingga pemerintah memandang penggunaannya harus melalui persetujuan politik lebih lanjut agar tidak bertentangan dengan ketentuan nasional.
Menjelang Milad GAM tahun ini, pemerintah Aceh mengimbau agar semua pihak menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu ketegangan di lapangan.
Sementara itu, sikap santai Mualem dianggap sebagai upaya meredam eskalasi menjelang tanggal bersejarah tersebut.



