Meureudu, Infoaceh.net – Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati akibat banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya.
Bangkai satwa dilindungi itu ditemukan terjepit di antara tumpukan kayu dan lumpur di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Sabtu (29/11/2025)
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pidie Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan bangkai seekor gajah yang diduga mati akibat terseret arus banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya dalam beberapa hari terakhir.
Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mengatakan bahwa olah TKP dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025, pukul 09.00 WIB, oleh Unit Inafis Identifikasi dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Pidie Jaya.
“Personel kami telah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP penemuan bangkai gajah yang diduga kuat mati setelah terseret arus banjir,” ujar Iptu Fauzi Admaja.
Bangkai gajah tersebut ditemukan terdampar di bantaran Sungai Krueng Meureudu, dekat permukiman warga di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Dari pemeriksaan awal, diperkirakan satwa dilindungi itu telah terseret arus sejak Rabu, 26 November 2025.
Dalam penanganan kasus ini, Sat Reskrim Polres Pidie Jaya melakukan sejumlah langkah, antara lain: mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line).
Mengimbau masyarakat agar tidak merusak TKP atau mendekati lokasi, demi kelancaran proses identifikasi.
Berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Aceh, melalui Kepala BKSDA Ujang dan Tim Konservasi yang dipimpin Fikar, untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap bangkai gajah.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur, mengingat gajah merupakan satwa yang dilindungi. Setiap kasus kematian gajah harus ditangani secara profesional dan transparan dengan melibatkan pihak terkait.



