Banda Aceh, Infoaceh.net – Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Darurat Bencana Nasional menyusul banjir besar yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Banjir yang terjadi sejak 26–28 November 2025 telah menimbulkan dampak luar biasa, termasuk korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta lumpuhnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Koalisi yang terdiri dari LBH Banda Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), dan International Conference on Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menyoroti ribuan warga yang masih terisolasi, puluhan ribu rumah terendam, serta kerusakan berat pada fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, jembatan, dan jalan nasional.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas pemerintah daerah tidak lagi memadai untuk menangani bencana yang sudah meluas, termasuk keterbatasan fiskal di Provinsi Aceh,” ujar koalisi dalam keterangan persnya, Sabtu (29/11).
Selain itu, kelangkaan bahan pokok, padamnya pasokan listrik, dan lumpuhnya jaringan komunikasi semakin memperburuk penanganan darurat.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan peraturan terkait, penetapan Darurat Bencana Nasional dapat dilakukan ketika jumlah korban atau pengungsi besar, kerugian material signifikan, wilayah terdampak luas, dan fungsi pelayanan publik terganggu.
Koalisi menambahkan, beberapa kabupaten/kota di Aceh telah menyatakan ketidakmampuan menangani bencana, sementara kondisi evakuasi dan logistik belum maksimal karena terputusnya akses transportasi dan telekomunikasi.
Situasi serupa juga terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Atas dasar itu, koalisi meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Darurat Bencana Nasional, sekaligus mendorong Gubernur Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk turut mengajukan permohonan resmi,” harap juru bicara koalisi masyarakat sipil peduli bencana Aceh, Alfian.



