Banjir Sumatera dan Jejak Kayu yang Mengkhianati Hutan
Artikel Terkait
Ketika Harga Emas untuk Menikah Makin Mahal, Jangan Salahkan Adat Aceh
Oleh: Tarmizi A. Hamid* ([email protected]) Menguatnya perbincangan publik mengenai…
Ijazah di Balik Tabir: Menguji Marwah Negara Hukum Lewat Keterbukaan…
Namun, belakangan ini, publik disuguhkan pada sebuah ujian krusial: sejauh mana seorang…
Poligami Tanpa Izin Istri: Ketika Hukum Kalah oleh Patriarki
Pada akhirnya, ukuran negara hukum bukan terletak pada banyaknya aturan, melainkan pada…
BPN, Potret Ketamakan Negara atas Hak Rakyat dan Gerbang Subur Mafia…
Oleh: Sri Radjasa Chandra* Dalam kebudayaan Indonesia, tanah tidak pernah dipahami semata…
Pilrek USK: Menjaga Marwah Akademik di Tengah Perbedaan
Mari kita tonjolkan keunggulan daerah kita, kita jaga kebesaran nama Universitas Syiah…
Wilmar, Mafia Sawit dan Negara yang Memunggungi Rakyat
Jika tidak, maka keadilan akan terus menjadi barang langka, dan negara akan dikenang bukan…
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi
Sejarah menunjukkan, hanya pemimpin dengan naluri negarawan yang mampu membaca tanda-tanda…
Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah
Di Simpang Lima, malam menjadi guru yang diam. Ia mengajarkan bahwa kemajuan tidak selalu…
Uang Bencana Aceh Mengendap, Empati Hilang: Derita Korban yang…
Oleh: Muhammad Saman Di banyak desa di Aceh, endapan lumpur mulai mengering perlahan di…
Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas
Penulis: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Runtuhnya kekuasaan negara hampir selalu…
1.794 Hektare Tambak Tenggelam, Luka yang Tersisa Pascabanjir Pidie
Oleh: Drs. M Isa Alima* Genangan banjir telah pergi meninggalkan daratan. Air…
Aceh Bukan Kolam Ikan: Menggugat Syahwat Proyek di Tengah Bencana…
Fenomena Anggota DPR RI yang "turun gunung" menjadi panitia pelaksana…

















