PIDIE JAYA, Infoaceh.net – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Bantuan ini diberikan kepada warga dengan kategori rumah rusak berat yang masih menunggu pembangunan hunian tetap.
Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) dari Desa Blang Awe, Manyang Cut, Beurawang, dan Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, tercatat sebagai penerima bantuan tersebut. Penyaluran dilakukan pada Rabu (31/12/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jum’at (2/1/2026), mengatakan penerima Dana Tunggu Hunian merupakan warga yang saat ini memilih tinggal sementara bersama kerabat atau menyewa rumah kontrakan sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap rampung.
“Dana Tunggu Hunian diberikan untuk membantu kebutuhan dasar warga selama masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan,” ujar Abdul Muhari.
Penyerahan buku rekening dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dilaksanakan pada Rabu (31/12) sekitar pukul 15.00 WIB di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Meureudu 2.
Sebelum menerima bantuan, warga terlebih dahulu menandatangani surat tanda terima Dana Tunggu Hunian bermeterai serta melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Dokumen tersebut juga ditandatangani oleh keuchik atau kepala desa dengan cap basah, perwakilan BPBD Kabupaten Pidie Jaya, serta Babinsa.
Melalui mekanisme ini, bantuan DTH disalurkan langsung untuk tiga bulan sekaligus dengan besaran Rp600.000 per KK per bulan.
Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total bantuan sebesar Rp1.800.000.
BNPB berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga terdampak bencana selama menunggu hunian tetap, sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Penyaluran Dana Tunggu Hunian ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Pelaksana Tugas Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi serta Sumber Daya Alam BNPB, Tenaga Ahli BNPB, Babinsa, dan para keuchik desa setempat.



