INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Tak Mampu Bersihkan Rumah Terkubur Lumpur, Korban Banjir Aceh Minta Bantuan Pemerintah

Last updated: Jumat, 2 Januari 2026 22:41 WIB
By M Saman
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Lebih satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter. (Foto: Ist)
Lebih satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter. (Foto: Ist)
SHARE

Pidie Jaya, Infoaceh.net — Lebih dari satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang tertimbun dan terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter.

Kondisi ini membuat banyak rumah tak layak huni dan warga terpaksa bertahan di pengungsian atau menumpang sementara di rumah kerabat.

Polres Nagan Raya mengamankan 1 unit truk tangki yang diduga mengangkut BBM bersubsidi jenis Bio Solar secara ilegal di Desa Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue. (Foto: Ist)
Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Angkut 16 Ribu Liter BBM Bersubsidi Ilegal

Di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah gampong mengalami kerusakan parah. Lumpur, pasir, kayu, dan bebatuan menimbun rumah warga hingga mendekati plafon.

- ADVERTISEMENT -

Tak hanya bangunan rumah, perabotan, fasilitas umum, tempat ibadah, sekolah, serta lahan pertanian warga turut rusak dan tertutup lumpur tebal.

Warga mengaku tidak sanggup membersihkan rumah secara mandiri. Peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop tidak mampu mengatasi volume lumpur yang mengeras, sementara alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pembersihan.

- ADVERTISEMENT -
Wagub Aceh Fadhlullah bersama Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman menerima bantuan Rp1,5 miliar dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Bandara Internasional SIM, Aceh Besar, Jum'at (2/1/2026). (Foto: Ist)
Kaltim Serahkan Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Korban Banjir Aceh

“Rumah kami tertimbun lumpur hampir tiga meter. Kalau hanya mengandalkan tenaga sendiri, kami tidak akan sanggup. Kami sangat berharap pemerintah membantu dengan alat berat,” ujar Mahmudi Ishak, warga Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Kamis (1/1/2026).

Mahmudi menuturkan, kondisi di lapangan jauh lebih parah dibandingkan yang terlihat di media sosial.

Menurutnya, rumah-rumah yang berada di pinggir jalan mungkin masih bisa dijangkau alat berat, namun banyak rumah warga berada di dalam kampung dengan akses sempit.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mengunjungi seluruh lokasi bencana di Aceh secara langsung. (Foto: Ist)
Prabowo Minta Maaf Belum Bisa Kunjungi Semua Lokasi Bencana di Aceh

“Rasanya seperti masuk terowongan. Lumpur sudah memenuhi rumah sampai plafon. Ini bukan lagi soal mau dibersihkan atau tidak, tapi masih amankah rumah itu untuk dihuni,” ungkapnya.

- ADVERTISEMENT -

Selain rumah warga, banjir bandang juga menutup akses jalan desa, merusak saluran irigasi, serta meninggalkan tumpukan lumpur di fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.

Aktivitas masyarakat lumpuh total, sementara sebagian warga masih bergantung pada pos pengungsian darurat.

Warga mengakui bantuan logistik seperti makanan dan pakaian sudah mulai diterima. Namun, mereka menilai bantuan tersebut belum menyentuh kebutuhan paling mendesak, yakni pembersihan lumpur dan pemulihan lingkungan.

“Kami berterima kasih atas sembako. Tapi tanpa pembersihan lumpur, kami tidak bisa kembali ke rumah. Kalau rumah tidak dibersihkan, kami mau tinggal di mana?” ujar seorang warga lainnya.

Keuchik setempat juga mendesak pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat menjadikan pembersihan pascabanjir sebagai prioritas utama.

Menurutnya, jika lumpur dibiarkan terlalu lama, bangunan rumah berpotensi roboh dan tidak dapat diperbaiki.

“Kami butuh respons cepat dan nyata. Alat berat dan tim teknis sangat mendesak,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bireuen. Lebih dari satu bulan pascabanjir bandang, ratusan desa di sedikitnya 17 kecamatan masih dipenuhi lumpur. Minimnya kehadiran alat berat membuat warga terpaksa membersihkan rumah secara mandiri.

Pantauan di sejumlah desa terdampak menunjukkan warga mencangkul lumpur dengan alat seadanya. Tanpa dukungan pemerintah, mereka terpaksa mengambil alih peran negara.

“Kami tidak punya uang untuk menyewa alat berat. Biayanya ratusan ribu per jam. Uang tidak ada, pekerjaan juga tidak ada. Jadi terpaksa mencangkul sendiri,” kata Mukhlis, warga Peusangan, Bireuen.

Ia mengaku sudah sebulan membersihkan lumpur di rumahnya, namun belum juga tuntas. “Capek sekali, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya lirih.

Warga lainnya, Muammar, dari Kecamatan Kutablang, menuntut pemerintah segera turun tangan secara nyata, bukan sekadar pendataan atau janji.

“Kami ini korban bencana, bukan alat berat. Tapi sekarang rasanya kami dipaksa jadi beko,” ungkapnya.

Para keuchik di wilayah terdampak pun mengaku kewalahan. Dengan keterbatasan anggaran desa dan minimnya dukungan dari pemerintah daerah, penanganan pascabencana tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.

Selain pembersihan dan rehabilitasi rumah, warga juga meminta pemerintah melakukan evaluasi serius terhadap penyebab banjir bandang, termasuk kondisi hutan dan aliran sungai di wilayah hulu.

“Jangan hanya datang saat bencana, tapi pikirkan solusi jangka panjang agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata seorang tokoh masyarakat.

Hingga kini, warga Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan wilayah terdampak lainnya di Aceh masih menunggu kehadiran nyata pemerintah.

Mereka berharap bantuan tidak hanya bersifat darurat, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendesak: membersihkan rumah yang tertimbun lumpur dan memulihkan kehidupan pascabencana.

TAGGED:Banjir Bandang Pidie JayaBireuen Pasca BanjirDampak Banjir PeusanganEvakuasi Lumpur AcehGampong Meunasah RayaKebutuhan Alat BeratKrisis Pasca BencanaLumpur Meurah DuaRumah Tertimbun Lumpurutamawww.infoaceh.net
Previous Article Polres Nagan Raya mengamankan 1 unit truk tangki yang diduga mengangkut BBM bersubsidi jenis Bio Solar secara ilegal di Desa Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue. (Foto: Ist) Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Angkut 16 Ribu Liter BBM Bersubsidi Ilegal
Next Article Danantara Bangun 12 Ribu Unit Huntara di Aceh, Target Rampung 3 Bulan
Tidak ada komentar

Beri KomentarBatalkan balasan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf didampingi Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar menyalurkan bantuan kemanusiaan di Aceh Tamiang. (Foto: Ist)
Politik
Salurkan Bantuan Kemanusiaan, Presiden PKS Bermalam di Aceh Tamiang
Senin, 15 Desember 2025
Nasional
Danantara Bangun 12 Ribu Unit Huntara di Aceh, Target Rampung 3 Bulan
Sabtu, 3 Januari 2026
Hukum
Mantan Jaksa Agung Nilai KUHP-KUHAP Baru Bentuk Kesewenang-wenangan Berbaju Hukum  
Sabtu, 3 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Petugas PLN menyambung jaringan listrik di Rumah Hunian Sementara Aceh Tamiang. PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik dan kWh meter untuk masing-masing rumah yang telah terbangun. (Foto: Ist)
Ekonomi

PLN Sambung Jaringan Listrik ke Bangunan Huntara di Aceh Tamiang 

Jumat, 2 Januari 2026
BSI berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Ekonomi

BSI Bangun 15 Persen Huntara Korban Banjir Aceh

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto saat rapat koordinasi dalam kunjungannya meninjau pembangunan Huntara pengungsi korban banjir bandang dan longsor yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). (Foto: Ist)
Nasional

Prabowo Koreksi Uang Lelah bagi TNI: Itu Uang Semangat

Jumat, 2 Januari 2026
Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pencairan dana proyek akhir tahun anggaran yang kerap beralasan terdampak banjir dan bencana alam. (Foto: Ilustrasi)
Hukum

Alasan Banjir Aceh, APH dan Inspektorat Diminta Waspadai Pencairan Dana Proyek Akhir Tahun

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Foto: Ist)
Aceh

Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

Jumat, 2 Januari 2026
Sebuah ironi telanjang terkuak dalam skema pembiayaan penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Aceh

Ironi Anggaran Bencana Aceh-Sumatera: Rp165 Ribu per Hari untuk TNI, Pengungsi Banjir Hanya Rp10 Ribu

Jumat, 2 Januari 2026
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma meninjau langsung kondisi baut Jembatan Bailey penghubung Bireuen–Takengon, tepatnya di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Bireuen. (Foto: Ist)
Aceh

Haji Uma Cek Langsung Baut Jembatan Bailey Teupin Mane, Ini Temuan di Lapangan

Jumat, 2 Januari 2026
Malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Banda Aceh berlangsung tanpa perayaan, Rabu malam (31/12). (Foto: Ist)
Aceh

Empati untuk Korban Bencana, Malam Tahun Baru 2026 di Banda Aceh Tanpa Perayaan

Kamis, 1 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?