ACEH UTARA, Infoaceh.net — Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah.
Dalam dua hari terakhir, tim gabungan menemukan 13 jenazah korban yang tertimbun tumpukan kayu gelondongan dan puing bangunan.
Sebanyak 10 jenazah ditemukan pada Jum’at (2/1/2026). Dari jumlah tersebut, sembilan jenazah ditemukan di Kecamatan Langkahan dan satu jenazah di Kecamatan Tanah Pasir.
Sementara itu, tiga jenazah lainnya ditemukan pada Sabtu (3/1/2026) di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Muara Batu.
Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia di Aceh Utara mencapai 229 orang, menjadikan daerah ini sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak dalam bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025.
Selain korban meninggal, enam orang masih dilaporkan hilang. Saat ini, 67.876 jiwa mengungsi dan tersebar di 210 titik pengungsian di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Aceh Utara, Halidi, mengatakan tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih terus melakukan pencarian.
“Operasi SAR tetap dilanjutkan meskipun bencana sudah memasuki bulan kedua. Setiap hari, selama 39 hari terakhir, masih ditemukan jenazah korban banjir,” ujar Halidi.
Ia menjelaskan, titik pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye sebanyak 54 titik, disusul Langkahan 50 titik dan Sawang 33 titik.
Adapun kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini meliputi tenda keluarga, air bersih, perlengkapan dapur, popok dan kebutuhan bayi, kebutuhan perempuan, serta perlengkapan ibadah.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, melalui Halidi, telah menginstruksikan agar operasi pencarian korban terus dilakukan. Hal ini didasarkan pada dugaan masih adanya korban yang tertimbun puing kayu dan bangunan akibat derasnya banjir bandang pada 26 November 2025.
Banjir besar tersebut diketahui merendam 25 kecamatan di Aceh Utara dan menyebabkan kerusakan terparah dibandingkan wilayah lain di Aceh maupun provinsi tetangga.
Hingga kini, Aceh Utara mencatat 229 korban jiwa dan enam orang hilang, sementara proses pencarian dan pemulihan masih terus berlangsung.



