INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Belajar dari Venezuela: Ketika Kekuasaan Ditinggalkan Loyalitas

Last updated: Senin, 5 Januari 2026 19:58 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 3 Menit
Runtuhnya kekuasaan negara berangkat pengabaian terhadap kepercayaan publik dan rapuhnya loyalitas internal. (Foto: Ist)
SHARE
Penulis: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)
Runtuhnya kekuasaan negara hampir selalu berangkat dari retakan yang mula-mula tak kasatmata. Ia bukan ledakan tiba-tiba, melainkan proses panjang yang dipenuhi pengabaian terhadap kepercayaan publik dan rapuhnya loyalitas internal.
Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam Why Nations Fail menegaskan, negara gagal ketika institusinya bersifat ekstraktif, yakni melayani segelintir elite dan mengorbankan kepentingan warga. Pada titik itu, kekuasaan kehilangan legitimasi, dan legitimasi yang hilang tak bisa ditebus oleh kekuatan senjata atau hukum yang dipaksakan.
Venezuela menjadi cermin getir dari proses tersebut. Bukan kisah sensasional atau narasi operasi militer asing yang menentukan, melainkan krisis berlapis berupa ekonomi yang terpuruk, sanksi internasional, polarisasi politik, dan yang paling menentukan yakni pudarnya kepercayaan rakyat serta loyalitas elite. Data menunjukkan hiperinflasi berkepanjangan, kontraksi ekonomi dalam, eksodus jutaan warga, dan melemahnya kohesi antara pemerintah, militer, dan masyarakat. Di saat legitimasi menguap, kekuasaan tampak berdiri, tetapi sesungguhnya kosong.
Ilmu politik telah lama mengingatkan bahwa loyalitas tidak lahir dari rasa takut. Max Weber menempatkan legitimasi sebagai sumber kepatuhan; Samuel Huntington menekankan profesionalisme institusi sebagai penyangga stabilitas. Ketika legitimasi retak, loyalitas berubah menjadi semu, yakni patuh di hadapan, membelot dalam senyap. Di sinilah banyak pemimpin keliru membaca keadaan: merasa aman karena oposisi lemah, padahal ancaman sudah berada di ruang dalam kekuasaan.
Pelajaran Venezuela relevan bagi Indonesia hari ini. Survei kepercayaan publik menunjukkan masyarakat kian kritis terhadap konsistensi kebijakan pro rakyat, kepastian hukum, dan integritas tata kelola. Pada saat yang sama, gejala fragmentasi loyalitas di lingkar kekuasaan, akibat residu politik masa lalu, tarik-menarik kepentingan elite, dan komunikasi kepemimpinan yang tak padu, sehingga berpotensi melahirkan resistensi pasif. Resistensi semacam ini jarang meledak, tetapi efektif menggerogoti wibawa dan kinerja pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan klasik seorang pemimpin di masa transisi, dengan mengonsolidasikan loyalitas tanpa terjebak politik ketakutan, serta memulihkan kepercayaan publik melalui kinerja yang nyata.
Terlalu fokus pada ancaman eksternal berupa geopolitik, ekonomi global, atau oposisi formal berisiko mengaburkan ancaman yang lebih dekat, yaitu disharmoni internal, konflik kepentingan, dan pembelotan senyap. Sejarah menunjukkan, “pemberontakan diam-diam” di dalam pemerintahan sering lebih menentukan daripada tekanan dari luar.
Modal sosial berupa kepercayaan, norma, dan jejaring, menjadi prasyarat kinerja institusi, sebagaimana diingatkan Robert Putnam. Ketika negara hadir secara nyata dengan melindungi daya beli, menegakkan hukum secara adil, dan memastikan layanan dasar, kepercayaan tumbuh. Sebaliknya, kebijakan yang elitis atau ambigu mempercepat erosi legitimasi.
Akhirnya, pelajaran terpenting dari Venezuela adalah ini, dimana kekuasaan jarang tumbang karena didobrak; ia runtuh karena ditinggalkan. Pintu kekuasaan terbuka bukan oleh kekuatan lawan, melainkan oleh rapuhnya loyalitas dan surutnya kepercayaan.
Bagi Presiden Prabowo, peringatan ini menuntut langkah tegas dan bijak, yaitu membersihkan konflik kepentingan, menegakkan meritokrasi, dan menegaskan keberpihakan pada rakyat.
Sebab dalam demokrasi, kekuasaan hanya akan bertahan selama ia dipercaya.
Previous Article Mendikdasmen Terbitkan Edaran Pembelajaran untuk Sekolah Terdampak Bencana
Next Article Mendagri Pimpin Apel Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang
Tidak ada komentar

Beri KomentarBatalkan balasan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Ekonomi
IKM DPMPTSP Aceh Raih Nilai 96,03, Kategori Sangat Baik
Kamis, 8 Januari 2026
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025
Direktorat Tipidter Bareskrim Polri turun ke Aceh Tamiang untuk menyelidiki dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang diduga menjadi pemicu banjir bandang disertai kayu gelondongan di wilayah itu. (Foto: Dok. Bareskrim Polri)
Nasional
Bareskrim Polri Turun ke Aceh Tamiang, Usut Kayu Gelondongan dan Penyebab Banjir Bandang  
Selasa, 6 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Ketika hukum pidana buruk berada di tangan aparat korup, birokrasi inkompeten dan kekuasaan cenderung otoriter, maka negara sedang menapaki jalur darurat hukum. (Foto: Ist)
Opini

Indonesia dalam Kondisi Darurat Hukum

Sabtu, 3 Januari 2026
Opini

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Rabu, 31 Desember 2025
Opini

Aceh dan Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh dalam Republik Indonesia

Senin, 29 Desember 2025
Opini

Menjaga Damai di Tengah Bencana, Menahan Diri dari Segala Provokasi

Minggu, 28 Desember 2025
Jangan biarkan pejabat 'wet-wet gaki' (ongkang-ongkang kaki) di tengah bencana terulang. Foto: Ilustrasi
Opini

Jangan Biarkan Pejabat ‘Wet-Wet Gaki’ di Tengah Bencana Aceh

Rabu, 24 Desember 2025
Mayjen TNI (Purn) TA Hafil Fuddin SH SIP MH
Opini

Aceh Tamiang Tak Cukup Diberi Bantuan, Perlu Rekonstruksi Menyeluruh dan Tata Ruang Baru

Selasa, 23 Desember 2025
Opini

Bencana Aceh-Sumatera, Negara Hadir dalam Rapat dan Pidato 

Jumat, 19 Desember 2025
Opini

Indonesia dalam Cengkeraman Kepribadian Otoritarian

Kamis, 18 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?