INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Pendidikan

Hari Pertama Sekolah di Lokasi Bencana Aceh: Tanpa Seragam dan Sepatu hingga Belajar di Tenda Darurat

Last updated: Selasa, 6 Januari 2026 20:24 WIB
By M Saman
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Hari pertama sekolah di sejumlah wilayah Aceh terdampak bencana banjir bandang dan longsor berlangsung dalam kondisi yang jauh dari kata normal, Senin (5/1). (Foto: Ist)
Hari pertama sekolah di sejumlah wilayah Aceh terdampak bencana banjir bandang dan longsor berlangsung dalam kondisi yang jauh dari kata normal, Senin (5/1). (Foto: Ist)
SHARE

Aceh Tamiang, Infoaceh.net — Hari pertama masuk sekolah semester II Tahun Pelajaran 2025/2026 di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor berlangsung dalam kondisi yang jauh dari kata normal.

Tanpa seragam, tanpa sepatu, tanpa meja dan kursi bahkan tanpa ruang kelas yang layak bahkan tak sedikit yang belajar di bawah tenda-tenda darurat, ribuan siswa tetap kembali ke sekolah dengan semangat yang tak surut.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris meninjau Gudang Pupuk PIM di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Selasa (6/1). (Foto: Ist)
Stok Pupuk di Gudang PIM Blang Bintang Aman Pascabanjir, Distribusi Bertahap ke Petani

Di Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga beberapa daerah lainnya, aktivitas belajar mengajar dimulai di tengah sisa-sisa bencana.

- ADVERTISEMENT -

Lumpur masih menempel di dinding sekolah, halaman belum sepenuhnya bersih, dan sebagian bangunan masih belum bisa digunakan.

Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan tekad para siswa dan guru untuk kembali menata masa depan melalui pendidikan.
Di banyak sekolah terdampak, tenda darurat menjadi ruang kelas sementara. Lantai tanah atau terpal menggantikan bangku sekolah, sementara papan tulis seadanya dipasang untuk menunjang proses belajar.

- ADVERTISEMENT -
Kemenag menurunkan 1.330 relawan ke 12 titik di kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh untuk membersihkan madrasah dan Kantor KUA terdampak banjir bandang dan longsor Aceh.
1.330 Relawan Kemenag Turun ke Lokasi Bencana Aceh Bersihkan Madrasah-KUA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang meninjau pelaksanaan hari pertama sekolah di Aceh Tamiang menyampaikan rasa haru dan optimismenya melihat semangat para siswa.

“Alhamdulillah. Hari ini upacara bendera, Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), dan Pagi Ceria dapat dilaksanakan di SMA Negeri 4 Aceh Tamiang. Kegiatan ini menandai hari pertama pembelajaran semester II Tahun Pelajaran 2025/2026,” ujar Mu’ti, Senin (5/1).

Ia menyebutkan, lebih dari 95 persen sekolah di Aceh telah siap melaksanakan kegiatan pembelajaran, meskipun sebagian di antaranya masih menghadapi keterbatasan sarana, termasuk siswa yang belum mengenakan seragam dan harus belajar sambil duduk di lantai.

Polda Aceh berhasil membangun 206 sumur bor yang tersebar di 18 wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh. (Foto: Ist)
Polda Aceh Telah Bangun 206 Sumur Bor di Wilayah Terdampak Bencana

“Melihat semangat para murid, saya sangat terharu dan optimistis dengan masa depan pendidikan di Aceh,” kata Mu’ti.

- ADVERTISEMENT -

Belajar di Tenda, Sekolah Masih Tertimbun Lumpur

Kondisi memprihatinkan terlihat di SMA Negeri 2 Meureudu, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Sekolah tersebut hingga kini belum dapat digunakan karena tertimbun lumpur banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.

Pada hari pertama masuk sekolah, para siswa tampak berdatangan tanpa mengenakan seragam putih abu-abu. Sebagian besar juga tidak memakai sepatu dan tidak membawa perlengkapan belajar.

Proses belajar mengajar pun terpaksa dilaksanakan di tenda darurat yang didirikan di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, M. Diah, mengatakan lumpur yang menggenangi sekolah mencapai ketinggian hingga dua meter sehingga bangunan belum bisa difungsikan.

“Mulai hari ini anak-anak sudah kembali bersekolah. Proses belajar mengajar berlangsung di tenda, termasuk aktivitas administrasi sekolah. Semua dilakukan dengan kondisi seadanya,” kata Diah di Pidie Jaya, Senin (5/1), dikutip dari Antara.

Sebelum kegiatan belajar dimulai, para siswa mengikuti upacara bendera yang dipimpin oleh Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi sebagai pembina upacara. Upacara tersebut juga diikuti para guru dan tenaga kependidikan.

SMA Negeri 2 Meureudu tercatat memiliki 271 siswa dan 55 tenaga pendidik. Hampir seluruh warga sekolah tersebut terdampak langsung banjir bandang, baik rumah maupun perlengkapan pribadi mereka.

Tanpa Paksaan, Seragam Dibebaskan

Diah menegaskan pihak sekolah tidak memaksakan kehadiran siswa mengingat kondisi mereka yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

“Kami sudah menyampaikan bahwa proses belajar mengajar dimulai 5 Januari 2026. Namun, kami juga memahami tidak semua anak menerima informasi itu karena alat komunikasi mereka rusak akibat banjir,” ujarnya.

Pihak sekolah juga membebaskan siswa untuk tidak mengenakan seragam sekolah.

“Hampir sebagian besar anak-anak kami sudah tidak memiliki seragam maupun perlengkapan belajar. Banyak yang hilang atau rusak tertimbun lumpur. Karena itu, kami izinkan mereka datang dengan pakaian apa adanya,” kata Diah.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus memulihkan kondisi psikologis para siswa yang terdampak bencana.

Harapan dari Tenda Darurat

Salah satu siswa, Nasyila Fonna, siswi kelas X-A SMA Negeri 2 Meureudu, mengaku tetap datang ke sekolah setelah menerima pemberitahuan dari guru.
Ia berangkat dengan pakaian biasa tanpa membawa buku maupun alat tulis.

“Seragam dan alat belajar semuanya tidak bisa digunakan lagi karena banjir. Tapi saya ingin tetap sekolah. Saya berharap kegiatan belajar bisa segera normal seperti biasa supaya tidak tertinggal pelajaran,” ujar Nasyila.

Kisah Nasyila mencerminkan semangat ribuan siswa Aceh yang hari ini memulai kembali langkah mereka di tengah keterbatasan.

Meski belajar di tenda, tanpa seragam dan sepatu, sekolah tetap menjadi ruang harapan—tempat anak-anak Aceh bertahan, bangkit, dan menata masa depan setelah bencana.

TAGGED:Berita Aceh TamiangMendikdasmen Abdul Mu'tiPemulihan Pendidikan Pidie JayaPendidikan Darurat Aceh 2026Sekolah Pasca Banjir AcehSekolah Tenda AcehSiswa Tanpa SeragamSMA Negeri 2 Meureuduwww.infoaceh.net
Previous Article Tiga prajurit TNI terlihat bersiaga di sudut ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat saat pembacaan dakwaan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Jaksa mengakui adanya pelibatan unsur TNI dalam pengamanan kasus korupsi Chromebook guna menjamin kondusivitas selama proses hukum berlangsung. (Foto: Dok. Istimewa) Sidang Nadiem Dijaga TNI, Jaksa Singkat Bicara: Demi Keamanan
Next Article Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui program Pertamina Peduli mendirikan dua tenda posko yang difungsikan sebagai sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana di Pidie Jaya. Pertamina Hadirkan Sekolah dan Pesantren Sementara untuk Anak Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Tidak ada komentar

Beri KomentarBatalkan balasan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Ekonomi
IKM DPMPTSP Aceh Raih Nilai 96,03, Kategori Sangat Baik
Kamis, 8 Januari 2026
Direktorat Tipidter Bareskrim Polri turun ke Aceh Tamiang untuk menyelidiki dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang diduga menjadi pemicu banjir bandang disertai kayu gelondongan di wilayah itu. (Foto: Dok. Bareskrim Polri)
Nasional
Bareskrim Polri Turun ke Aceh Tamiang, Usut Kayu Gelondongan dan Penyebab Banjir Bandang  
Selasa, 6 Januari 2026
Umum
AKBP Chairul Ikhsan Gantikan Sujoko sebagai Kapolres Aceh Besar
Sabtu, 20 Desember 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Pemkab Aceh Utara menetapkan status Transisi Darurat menuju Pemulihan pascabencana banjir selama satu bulan, terhitung 6 Januari hingga 5 Februari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh Utara Berakhir, Pemkab Tetapkan Status Transisi Selama Satu Bulan

Selasa, 6 Januari 2026
Universitas Syiah Kuala memberi pembekalan kepada 719 mahasiswa peserta KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Tahun 2026. (Foto: Ist)
Pendidikan

719 Mahasiswa KKN Tematik USK Diterjunkan ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Selasa, 6 Januari 2026
Pemerintah Aceh meminta Kemensos segera menyalurkan bantuan jaminan hidup bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pemerintah Aceh Minta Bantuan Jaminan Hidup Rp450 Ribu per Bulan Segera Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026
Pasar Hewan Sibreh, Aceh Besar kembali beroperasi, Senin (5/1) setelah renovasi. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pasar Hewan Sibreh Kembali Beroperasi 

Selasa, 6 Januari 2026
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.
Aceh

Evaluasi Mendagri Turun, APBA 2026 Segera Ditindaklanjuti Pemerintah Aceh

Selasa, 6 Januari 2026
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky kembali menjelajahi wilayah pedalaman Kecamatan Simpang Jernih, menembus Gampong Rantau Panjang, Senin (5/1), melalui jalur sungai dengan waktu tempuh 2 jam. (Foto: Ist)
Umum

Bupati Aceh Timur Tempuh 2 Jam Jalur Sungai Temui Pengungsi Banjir di Simpang Jernih

Selasa, 6 Januari 2026
Polres Bener Meriah berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan sepasang suami istri yang merupakan toke kopi di Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Ist)
Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pasutri Toke Kopi di Bener Meriah

Selasa, 6 Januari 2026
Plt. Kepala BPS Aceh Tasdik Ilhamuddin. (Foto: Ist)
Ekonomi

Harga Barang Melambung Usai Bencana, Aceh Catat Inflasi Tertinggi di Indonesia  

Selasa, 6 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?