Banda Aceh, Infoaceh.net — Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh memberikan pembekalan kepada 719 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Tahun 2026.
Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof Dr Ir Agussabti MSc di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Selasa, 6 Januari 2026.
Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) USK Drs Zulfitri M.Biomed mengatakan, pembekalan ini menjadi bagian penting dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh.
Adapun tema yang diangkat adalah “Penguatan Resiliensi Psikososial Masyarakat Pascabencana Siklon Tropis Senyar melalui Pendekatan Partisipatif dan Kolaboratif”.
“Karena kita ingin ketika mahasiswa hadir di lokasi bencana, mereka bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Dr Mudatsir MKes mengatakan, seluruh kegiatan KKN ini harus dilaksanakan sedekat mungkin dengan lokasi terdampak.
Karena itulah dalam setiap kelompok KKN ini minimal terdapat satu mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak.
“Ini penting agar proses pendampingan lebih sensitif terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat,” ujarnya.
Prof Mudatsir mengatakan pembekalan ini memiliki peran krusial. Sebab bencana ini sudah lebih sebulan, namun kondisi masyarakat masih dalam fase pemulihan yang rentan.
Perubahan sosial yang signifikan, menurutnya, belum sepenuhnya terjadi.
“Bahkan dalam beberapa aspek belum memungkinkan. Karena itu dibutuhkan kehati-hatian, empati, serta pengawalan yang kuat dari semua pihak,” tegasnya.
Prof Agussabti menyampaikan, sejak awal USK telah membentuk Satgas USK Respon Senyar Aceh. Satgas tersebut bergerak cepat dan responsif dalam menghadapi kondisi darurat.
Dirinya menilai pada fase awal penanganan bencana, kebutuhan terhadap data lapangan menjadi sangat mendesak.
Melalui Satgas, survei dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, disertai penyaluran bantuan logistik.
Untuk itu, dirinya menilai mahasiswa KKN ini bisa berperan penting untuk memperoleh data yang akurat di masyarakat.
Mahasiswa didorong memanfaatkan masa pengabdian sekitar 15 hari ini untuk melakukan pencatatan akurat terkait tingkat kerusakan, dampak korban, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
“Informasi ini sangat penting, sehingga bantuan yang USK berikan lebih terukur dan tepat sasaran,” ucapnya.
Selanjutnya, dirinya berpesan kepada mahasiswa KKN selalu mengutamakan keselamatan mengingat musim hujan belum sepenuhnya berakhir dan risiko kecelakaan masih tinggi, baik di sekitar sungai, jalan licin, maupun dalam mobilisasi transportasi.
“Kami berpesan untuk menjaga empati dan sikap selama berada di lokasi KKN agar kegiatan pengabdian tidak terkesan sebagai aktivitas seremonial atau wisata bencana,” ucapnya.
Di samping bantuan fisik, mahasiswa diharapkan berperan dalam pemulihan psikologis masyarakat dengan membantu membangkitkan kembali semangat warga pascabencana.
Agussabti menegaskan pentingnya menjaga etika, keselamatan dan nama baik institusi dalam setiap aktivitas pengabdian.
“USK berharap kehadiran mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang yang akan terus berlanjut ke depan,” ucapnya


