Banda Aceh, Infoaceh.net — Keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala utama dalam upaya relokasi korban banjir bandang dan longsor untuk pembangunan rumah hunian tetap (huntap) di Aceh.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, saat mengikuti Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Langkah-Langkah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (8/1).
Dalam rapat tersebut, Sekda Aceh menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan pemerintah kabupaten/kota, khususnya terkait sulitnya mencari lokasi yang memadai untuk relokasi korban bencana.
“Relokasi menjadi tantangan besar karena keterbatasan lahan dan sulitnya mencari lokasi yang luas. Kalau bisa dibangun di tempat yang sama dan aman, itu akan jauh lebih memudahkan,” ujar M. Nasir.
Ia menyarankan agar pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap, apabila memungkinkan dan memenuhi aspek keamanan, dapat dilakukan di atas lahan milik masyarakat di lokasi yang sama.
Sehingga tidak memerlukan proses relokasi yang panjang dan kompleks.
Selain persoalan hunian, Sekda Aceh juga menekankan pentingnya kejelasan mekanisme pembersihan wilayah terdampak bencana serta pelaksanaan program cash for work sebagai prioritas utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Rapat lintas kementerian dan lembaga tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Infrastruktur, Nazib Faizal, serta diikuti oleh perwakilan Kementerian PUPR, ATR/BPN, Perhubungan, Transmigrasi, PKP, PMK, dan seluruh jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait.
Lebih lanjut, Pemerintah Aceh juga telah mengusulkan Dana Siap Pakai (DSP) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp146 miliar. Dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk kegiatan pembersihan wilayah terdampak, termasuk pengadaan alat berat serta pelaksanaan program cash for work yang melibatkan langsung masyarakat setempat.
Menurut Sekda, pendekatan ini tidak hanya mempercepat pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi warga.
“Program cash for work ini akan sangat membantu, bukan hanya mempercepat pembersihan lingkungan, tetapi juga memberikan penghasilan bagi masyarakat terdampak,” katanya.
Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi
Artikel Terkait
Mualem Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh, Ini Daftarnya
Banda Aceh, Infoaceh.net — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melantik dan mengambil…
Puluhan Anak TK-SD Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen
BIREUEN, Infoaceh.net – Sebanyak 45 anak dari tingkat TK, PAUD hingga SD di Kecamatan…
Mualem Potong TPP PNS Pemerintah Aceh 16,87 Persen
Kebijakan pemotongan TPP PNS ini muncul di tengah tekanan fiskal Pemerintah Aceh pada…
Ratusan Ribu Rumah Rusak, Pembangunan Huntap Lamban: Aceh Desak Pusat…
Wagub mendorong penugasan langsung kepada BUMN Karya agar proses pembangunan dapat…
Masjid Raya Baiturrahman Jadi Magnet Ramadan, Ikon Spiritualitas Aceh…
Masjid Raya Baiturrahman bersiap menyambut jemaah Ramadan 2026. Simak sejarah, keunikan…
Di Tengah Bencana, Pemerintah Aceh Terbitkan 20 Izin Tambang Sepanjang…
“Jangan sampai masyarakat hanya menerima banjir dan kerusakan lingkungan, sementara…
Jualan Siang Hari Ramadan, Usaha Makanan Cepat Saji di Banda Aceh…
“Kami memastikan seluruh poin dalam Seruan Bersama Forkopimda dipatuhi tanpa pengecualian.…
UEA Akan Bangun Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh, Pemko…
“Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat…
Gema Ramadan di Tanjung Selamat: Masjid Babul Magfirah Menjadi Jantung…
Bangunan masjid tampak mencolok dengan nuansa warna hijau dan krem yang memberi kesan…
Mendagri Tinjau Pembangunan Jembatan Kutablang Bireuen, Target Rampung…
Rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Pidie Jaya. Bersama Bupati Pidie Jaya Sibral…
Jalani Puasa di Tenda, Mendagri dan Wagub Tinjau Pengungsi Banjir di…
Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga hari kedua, para korban banjir bandang…
Ramadhan Tiba, Puluhan Ribu Korban Banjir Aceh Jalani Puasa di Tenda…
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemulihan pascabencana di…

















