Jakarta, Infoaceh.net — Tingginya harga tiket penerbangan dalam negeri membuat relawan kesehatan yang akan membantu korban banjir bandang dan longsor di Aceh terpaksa masuk melalui Malaysia.
Jalur tersebut dinilai lebih terjangkau dibandingkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Aceh atau wilayah Sumatera lainnya.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin saat rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana DPR RI bersama pemerintah, Sabtu (9/1/2026).
Budi mengungkapkan, setiap dua pekan Kementerian Kesehatan mengirimkan sekitar 700 hingga 800 relawan kesehatan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.
Namun, mahalnya harga tiket penerbangan domestik menjadi kendala utama dalam mobilisasi relawan.
“Yang penting kan jalan. Kita kirim lewat Malaysia karena lebih murah. Tiketnya bisa Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ujar Budi dalam rapat yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI.
Ia menuturkan, pernah ada sekitar 400 relawan Kemenkes yang masuk ke Aceh melalui Malaysia dengan mengenakan seragam biru.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial.
“Masuk tuh relawan Kemenkes, 400 orang dari Malaysia, pakai baju biru-biru. Di Instagram malah ada yang bilang, ‘Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’,” kata Budi sambil berkelakar.
Dalam kesempatan terpisah, Budi juga menyinggung bahwa harga tiket penerbangan Jakarta–Medan kerap lebih mahal dibandingkan rute internasional melalui Malaysia.
Kondisi ini, menurutnya, tidak ideal dalam situasi darurat kebencanaan yang membutuhkan respons cepat.
Karena itu, ia meminta Kepala Satgas Pemulihan Bencana untuk mempertimbangkan pemberian harga khusus atau subsidi tiket bagi relawan kesehatan yang akan bertugas ke daerah terdampak bencana di Sumatera.
“Mudah-mudahan bisa dibantu diatur, agar relawan ini mendapat harga khusus. Apalagi mereka membawa banyak perbekalan dan perlengkapan,” ujarnya.
Budi menegaskan, daerah terpencil dan posko-posko bencana sangat membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan dalam jumlah besar agar percepatan pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal.
“Kalau relawannya cukup, pemulihan bisa lebih cepat,” tutupnya.



