Nasional

Mendagri dan Wagub Aceh Buka Puasa hingga Tarawih Bersama Warga Aceh Tamiang  

Aceh Tamiang, Infoaceh.net — Sinergi pemerintah pusat dan daerah kembali diperlihatkan dalam kunjungan kerja Tito Karnavian bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (19/2/2026).

Agenda utama kunjungan tersebut adalah memastikan percepatan pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Mendagri dan Wagub Aceh meninjau langsung proses pembersihan lingkungan permukiman terdampak di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru.

Di lokasi, para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terlihat ikut membantu warga membersihkan lumpur serta sisa material banjir yang masih menumpuk di sejumlah titik.

Baca Juga:  DPO Judi Online Rp 1 Triliun Ditangkap di Thailand, Dibawa Pulang ke Indonesia

Kehadiran pejabat pusat dan daerah di lapangan menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata.

Proses rehabilitasi dipastikan berjalan terkoordinasi dan terukur, dengan orientasi pada percepatan pemulihan kehidupan masyarakat.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi bersama jajaran pemerintah daerah.

Mereka memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi sembari proses pembersihan dan pendataan kerusakan dilakukan.

Pada sore hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama warga di kawasan hunian sementara (huntara). Momentum tersebut menjadi simbol empati sekaligus penguatan moril bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.

Baca Juga:  Sugiono Dilantik Jadi Menko PMK, Pratikno Terdepak dari Kabinet Prabowo

Kunjungan kerja ditutup dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah di Masjid Darussalam, Kecamatan Karang Baru. Suasana khusyuk menyelimuti ibadah yang diikuti masyarakat serta unsur pemerintah pusat dan daerah.

Kehadiran Mendagri dan Wagub Aceh menegaskan komitmen bersama agar pemulihan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas demi keberlanjutan kehidupan warga Aceh Tamiang.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait