Nasional

Dudung Abdurachman Dilantik Jadi Menko Polkam

Jakarta, Infoaceh.net — Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026).

Prabowo melantik Dudung Abdurachman jadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Ia menggantikan Djamari Chaniago berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Dudung mengucapkan sumpah jabatan yang didiktekan Prabowo saat proses pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Ini adalah kali ketujuh Prabowo melakukan reshuffle kabinet. Terakhir kali, Prabowo melakukan reshuffle pada bulan lalu.

Dudung menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di Bandung, hingga lulus dari SMA Negeri 9 Bandung pada tahun 1985

Tekad dan keinginan mengabdi pada negara membawanya masuk ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965 ini berhasil menyelesaikan pendidikan militernya dan lulus pada 1988 dari kecabangan Infanteri.

Tak hanya fokus pada pendidikan militer, Dudung menyelesaikan gelar Sarjana (S-1) dan Magister (S-2) di bidang ekonomi dan manajemen, hingga meraih gelar Doktor (S-3) Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti pada tahun 2022. Puncaknya, pada tahun 2023, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM).

Baca Juga:  Pemulihan Aceh Pascabencana Masih Presentasi dan Janji di Atas Kertas

Memulai pengabdiannya di militer sebagai perwira muda, Dudung langsung ditempa di medan operasi yang menantang.

Ia ditugaskan di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur, sebagai komandan peleton pada 1989 hingga 1994.

Menariknya, batalyon tempur utama yang diterjunkan dalam operasi di Timor Timur ini juga pernah menjadi tempat penugasan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era 80-an.

Dari Atambua, karier Dudung terus merangkak naik secara berjenjang. Usai menjabat komandan kompi pada 1995, ia dipercaya memegang sejumlah posisi strategis, mulai dari Wakil Komandan Yonif 401/Alugoro dan Banteng Raider, hingga Kepala Staf Kodim 0733/BS Semarang.

Memasuki pangkat letnan kolonel, kepemimpinan kewilayahannya kian teruji saat menjabat Komandan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002-2004), disusul menjadi Dandim di Musi Rawas dan Palembang.

Memasuki tahun 2010 dengan pangkat kolonel, kiprahnya bergeser ke panggung pusat. Ia mengisi pos penting urusan personel di Mabes TNI AD dan Mabes TNI, hingga menjadi Komandan Detasemen Markas TNI pada 2015.

Baca Juga:  Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru

Di tahun yang sama, Dudung resmi menyandang pangkat brigadir jenderal saat diangkat menjadi Wakil Gubernur Akmil.

Fase kepemimpinan tingkat tinggi Dudung kian bersinar. Promosi menjadi mayor jenderal didapatnya kala menjabat Gubernur Akmil (2018-2020), yang kemudian mengantarkannya memimpin teritorial Ibu Kota sebagai Pangdam Jaya (2020-2021).

Kurang dari setahun mengamankan Jakarta, tongkat komando Panglima Kostrad ke-42 dipercayakan kepadanya. Tak berselang lama pada tahun yang sama, pesatnya karier Dudung berujung pada penunjukan dirinya oleh Presiden ke-7 Joko Widodo untuk menakhodai matra darat sebagai KSAD, posisi puncak yang ia emban hingga purnatugas pada 19 November 2023.

Transisi dari militer aktif ke pemerintahan terjadi di era Presiden Prabowo Subianto. Pada 22 Oktober 2024, Dudung resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Terakhir, Dudung dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Muhammad Qodari pada 27 April 2026.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait