Ekonomi

Syariah Financial Fair 2026, Bank Aceh Hadir untuk Ekonomi Rakyat, Fadhil Ilyas Pertegas Komitmen Pembiayaan UMKM

Banda Aceh, Infoaceh.net –  PT Bank Aceh Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 miliar pada momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis target pembiayaan oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, kepada perwakilan pelaku usaha dalam pembukaan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026 di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Prosesi berlangsung di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, yang hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, bersama sejumlah pimpinan industri jasa keuangan.

Target pembiayaan Rp30 miliar tersebut menjadi bagian dari langkah Bank Aceh memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat peran perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry: Zakat-Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat, Jangan Hanya Wacana Akademik 

Komitmen terhadap pemberdayaan UMKM sebelumnya juga disampaikan Fadhil Ilyas. Dalam keterangannya pada Juli 2026, ia mengungkapkan bahwa Bank Aceh telah menyalurkan pembiayaan KUR secara kumulatif mencapai Rp2,94 triliun kepada 26.983 pelaku UMKM sejak 2022 hingga Juni 2026.

“Kami berharap pembiayaan ini mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Aceh,” ujar Fadhil dalam keterangannya pada Juli 2026.

Pembiayaan tersebut menjangkau berbagai sektor produktif, mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, hingga sektor jasa dan pariwisata.

Untuk tahun 2026, Bank Aceh memperoleh kuota KUR sebesar Rp1,5 triliun dari pemerintah pusat. Sementara Rp30 miliar yang diperkenalkan pada SYAFIF merupakan target khusus dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan.

Baca Juga:  Syech Muharram Rombak Jajaran PDAM Tirta Mountala: Dua Direktur Diganti, 41 Pejabat Dilantik

Dengan dukungan aset perseroan yang mencapai Rp32,35 triliun dan pembiayaan Rp21,99 triliun hingga September 2026, Bank Aceh memiliki kapasitas untuk terus memperluas dukungan terhadap sektor usaha produktif.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Taufik, Pemerintah Aceh menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan UMKM, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat industri halal dan ekonomi pesantren.

Kegiatan SYAFIF yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 turut dihadiri Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga dan Direktur Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Andi Muhammad Yusuf.

Bagi Bank Aceh, komitmen pembiayaan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka peluang usaha, memperkuat kemandirian UMKM, serta menjadikan perbankan syariah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait