Nasional

Kapolri Suyudi Jadi Khatib Shalat Jumat, Ajak Jaga Kerendahan Hati dan Perkuat Akhlak

JAKARTA, Infoaceh.net – Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi khatib Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jumat (9/10/2026).

Dalam khutbahnya, Kapolri menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kerendahan hati, menjauhi sifat sombong, serta menjadikan jabatan dan kedudukan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan besar dalam kehidupan selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, setiap orang perlu terus memperbaiki diri dan menjaga komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan Shalat Jumat yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Dalam pesannya kepada jamaah, Kapolri menegaskan bahwa jabatan, pangkat, kedudukan, maupun harta bukanlah alasan bagi seseorang untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Sebaliknya, semua yang dimiliki merupakan titipan Allah SWT yang patut disyukuri dan dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi, 6 Tersangka Diamankan

“Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana,” pesan Kapolri kepada para jamaah.

Kapolri juga menekankan kerendahan hati merupakan cerminan akhlak mulia yang harus dijaga setiap orang, terlebih bagi mereka yang memiliki jabatan dan tanggung jawab besar.

Menurutnya, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas, tetapi juga mencakup sikap bijaksana, kepedulian terhadap sesama, dan kemampuan memberikan teladan yang baik.

Nilai-nilai keimanan, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku nyata dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan pekerjaan, keluarga, hingga masyarakat.

Baca Juga:  Pemulihan Aceh Pascabencana Masih Presentasi dan Janji di Atas Kertas

Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut, setiap amanah diharapkan dapat dijalankan dengan keikhlasan, kejujuran, rasa syukur, dan tanggung jawab.

Pesan tentang konsistensi dalam melakukan perubahan juga menjadi pengingat bahwa perbaikan diri tidak selalu harus dimulai melalui langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan akhlak yang lebih baik.

Melalui kegiatan Shalat Jumat bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Kapolri mengajak jamaah menjadikan momentum ibadah sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat persaudaraan, serta menjauhi sifat sombong dan angkuh.

Kemuliaan seseorang, pada hakikatnya, tidak semata-mata diukur dari pangkat, jabatan, atau kekayaan, tetapi juga dari akhlak, ketulusan hati, dan caranya memperlakukan orang lain.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kerendahan hati, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai-nilai penting yang perlu dijaga dalam setiap keadaan, termasuk ketika seseorang memperoleh kepercayaan dan tanggung jawab besar.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait