INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Raisa Fahira
Last updated: Sabtu, 10 Januari 2026 00:26 WIB
By Raisa Fahira
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Pemerintah Aceh menyusun program percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor dengan fokus pada enam klaster utama. (Foto: Ist)
SHARE
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemerintah Aceh menyiapkan program percepatan (quick win) pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor dengan fokus pada enam klaster utama.
Strategi ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, saat menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jum’at (9/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, M. Nasir menjelaskan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung mulai 9 hingga 22 Januari 2026, guna memastikan penanganan dan pemulihan berjalan optimal.
“Pemerintah Aceh saat ini sedang menyusun quick win untuk 14 hari ke depan, disertai program lanjutan untuk 30 hari berikutnya sebagai bagian dari pemulihan pascabencana,” ujar M. Nasir.
Ia mengungkapkan, percepatan penanganan difokuskan pada enam klaster utama, yakni pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian dan perlindungan, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan wilayah.
Keenam klaster tersebut dirancang untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara terukur dan berkelanjutan.
Pada klaster logistik, Pemerintah Aceh melakukan inovasi distribusi bantuan untuk menjangkau wilayah pedalaman yang masih terisolasi.
Selain bantuan melalui udara (air drop), distribusi juga melibatkan komunitas relawan motor trail dan offroad guna menembus daerah yang sulit diakses kendaraan biasa.
Sementara itu, pada klaster pengungsian, fokus diarahkan pada penyediaan hunian jangka panjang. Pemerintah Pusat telah berkomitmen membangun Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak.
Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota akan mengawal langsung proses pembangunan agar berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Di sektor kesehatan, M. Nasir menyebutkan kondisi mulai membaik. Sebagian besar rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak telah kembali beroperasi, diperkuat dengan dukungan tenaga kesehatan dan dokter yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Adapun pada klaster pendidikan, Pemerintah Aceh memberikan perhatian khusus mengingat banyaknya fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Pemerintah telah melakukan pergeseran anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa, seperti seragam, buku sekolah, hingga pengadaan meubelair, guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar.
“Kami juga telah mengerahkan sekitar 4.000 ASN ke Aceh Tamiang untuk membantu membersihkan sekolah-sekolah dan dayah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan normal,” tambah M. Nasir.
Guna memastikan pemulihan wilayah terdampak berjalan sistematis dan menyeluruh, Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Dokumen ini akan menjadi acuan utama pembangunan kembali infrastruktur serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh kabupaten/kota terdampak.
Menurut M. Nasir, percepatan penyusunan R3P merupakan instruksi langsung guna meminimalisir risiko bencana serupa di masa mendatang.
Fokus utama rencana tersebut adalah normalisasi sungai secara menyeluruh serta pembersihan lingkungan pascabencana.
“R3P ini sangat krusial. Kita tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga melakukan normalisasi sungai di seluruh Aceh untuk mengembalikan kapasitas tampung air dan mengurangi risiko banjir luapan yang berulang,” tegasnya.
Ketua Forum Solidaritas Aceh, Delsi Roni, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Aceh. Forum Solidaritas Aceh melibatkan berbagai elemen, mulai dari NGO, akademisi, hingga lembaga pemerhati perempuan.
“Kami siap mengoptimalkan kerja sama dalam berbagai aspek yang bisa kami bantu, demi mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana,” pungkas Delsi Roni.
Previous Article 12.638 Hektare Kebun Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir-Longsor
Next Article Ditlantas Polda Aceh Umumkan Persyaratan Urus STNK Hilang-Rusak Akibat Bencana
Tidak ada komentar

Beri KomentarBatalkan balasan

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Surat Warga
Kebun Pala Warga Alue Keutapang Pidie Jaya Mati Total Akibat Banjir Bandang
Senin, 12 Januari 2026
Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh sekaligus Konsultan Hukum di DSI Lawfirm.
Politik
DPRK Diam, Publik Desak Sidang Angket Pemakzulan Bupati Aceh Selatan
Senin, 12 Januari 2026
Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA resmi mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031.
Pendidikan
Mantan Komisaris Bank Aceh Prof Mirza Tabrani Daftar Calon Rektor USK
Minggu, 19 Oktober 2025
Aceh
Tanah Amblas Terjadi di Ketol Aceh Tengah, Badan Geologi ESDM Terjunkan Tim Mitigasi
Sabtu, 11 Desember 2021

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?