Banda Aceh, Infoaceh.net — Presiden RI Prabowo Subianto berencana memberikan bantuan khusus berupa sapi atau daging sapi guna mendukung pelaksanaan tradisi Meugang di Aceh menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat Aceh, khususnya warga yang terdampak bencana, agar tetap dapat menjalankan tradisi turun-temurun yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial dan budaya Aceh.
Rencana bantuan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Dalam keterangannya, Tito mengatakan bahwa pemerintah pusat tidak hanya memfokuskan perhatian pada pemulihan infrastruktur, fasilitas umum, dan rumah ibadah pascabencana, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Aceh, termasuk tradisi Meugang yang rutin dilaksanakan menjelang Ramadan.
“Di Aceh ada tradisi Meugang. Tradisi sebelum Ramadan, masyarakat biasanya menyantap daging sapi, kerbau, atau kambing bersama keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Tito dalam rapat tersebut.
Tito menjelaskan, perhatian Presiden Prabowo terhadap tradisi Meugang berangkat dari masukan langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) saat mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja meninjau daerah terdampak bencana di Aceh, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kemarin juga Pak Mualem menyampaikan kepada Bapak Presiden saat kunjungan kita ke Tamiang. Dan sepertinya Bapak Presiden berkeinginan untuk memberikan bantuan semacam bantuan Presiden, baik itu sapi, kerbau, atau daging, untuk mendukung tradisi ini,” kata Tito.
Menurut Tito, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana alam, sehingga mereka tetap dapat merayakan Meugang dengan penuh kebersamaan menjelang datangnya bulan Ramadan.
Selain itu, bantuan ini juga menjadi simbol kehadiran dan kepedulian negara terhadap masyarakat Aceh.
“Bantuan ini tentu akan sangat berarti, khususnya bagi masyarakat yang sedang dalam proses pemulihan pascabencana. Dan saya kira ini akan membuat masyarakat merasa bergembira karena ada dukungan langsung dari Presiden,” pungkasnya.
Diketahui, Meugang merupakan tradisi khas masyarakat Aceh yang dilakukan satu atau dua hari menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Dalam tradisi ini, masyarakat membeli, memasak, dan menyantap daging bersama keluarga, kerabat, serta tetangga sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Tradisi Meugang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga mengandung makna sosial yang kuat, karena daging biasanya dibagikan kepada keluarga kurang mampu, anak yatim, dan tetangga sekitar.
Karena itu, dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Meugang dinilai sejalan dengan upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sosial masyarakat Aceh.



