PIDIE JAYA, Infoaceh.net — Dampak banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Di Desa Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, kebun pala milik warga dilaporkan mati total akibat endapan lumpur yang menutup lahan perkebunan.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Drs M. Isa Alima, Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, saat berada di Pidie Jaya pada Ahad (11/1). Dalam peninjauan itu, ia melihat hampir seluruh kebun pala dan durian yang berada di perkarangan serta belakang rumah warga tidak lagi menunjukkan tanda kehidupan.
“Hampir rata masyarakat di desa ini membuka kebun pala dan durian. Kedua jenis tanaman ini sangat peka terhadap endapan lumpur. Dalam waktu kurang dari satu pekan setelah banjir, tanaman langsung layu dan mati,” ujar Isa Alima.
Ia menyebutkan, rata-rata tanaman pala yang rusak tersebut telah berumur sekitar tiga tahun, usia yang seharusnya menjadi awal masa produktif.
Namun akibat tertutup lumpur, sistem perakaran rusak dan unsur hara tanah hilang, sehingga tanaman tidak mampu bertahan.
Menurut Isa Alima, kondisi ini bukan hanya persoalan pertanian, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pala dan durian selama ini menjadi tabungan jangka panjang keluarga, penyangga hidup yang tumbuh perlahan namun pasti.
“Atas kondisi ini, kami berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan. Perlu ada langkah antisipasi dan solusi teknis, apakah melalui rehabilitasi tanah, pemulihan lahan, atau bantuan bibit agar tanaman masyarakat dapat pulih kembali,” katanya.
Ia menegaskan, bila tidak segera ditangani, kerugian warga akan semakin besar dan berdampak pada ketahanan ekonomi desa.
Pemerintah diharapkan hadir secara nyata, bukan sekadar mencatat kerusakan, tetapi membawa jalan keluar.
“Bencana memang tak bisa ditolak, tetapi dampaknya bisa diperingan jika negara hadir tepat waktu. Jangan biarkan lumpur ini mengubur harapan masyarakat,” pungkasnya.



