BANDA ACEH, Infoaceh.net – Prof Dr Ir Agussabti MSi IPU ASEAN.Eng, salah satu calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031, mengusung visi besar transformasi USK menjadi Universitas Sosio-Technopreneur yang berdaya saing global.
Visi tersebut dipaparkan Agussabti dalam penyampaian visi, misi, dan program kerja pada 12 Januari 2026.
Ia juga telah ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) sebagai salah satu dari tiga calon rektor yang akan melaju ke tahap pemilihan akhir pada 2 Februari 2026.
Menurut Agussabti, USK tidak cukup hanya unggul dalam pengajaran dan publikasi ilmiah, tetapi harus hadir sebagai kampus berdampak yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah dan daya saing nasional.
“Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi. USK harus mampu melahirkan lulusan berdaya saing, riset yang berdampak, serta tata kelola yang profesional dan dipercaya publik,” ujarnya.
Konsep Sosio-Technopreneur yang diusung Agussabti memadukan inovasi teknologi, kewirausahaan, dan kepekaan sosial.
Pendekatan ini dirancang untuk menjawab tantangan disrupsi global, transformasi digital, serta tuntutan kemandirian perguruan tinggi.
Dalam bidang pendidikan, Agussabti menekankan modernisasi tata kelola akademik, penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.
Ia juga mendorong pembukaan kelas-kelas bahasa internasional yang dapat diakses mahasiswa dan masyarakat umum.
Akses pendidikan yang inklusif menjadi perhatian utama, melalui skema beasiswa dan layanan akademik adaptif agar pendidikan tinggi tidak bersifat eksklusif.
Menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat, Agussabti menilai orientasi lulusan perlu bergeser dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Pembinaan mahasiswa akan diarahkan melalui penguatan karakter dan soft skill, magang berdampak, inkubasi bisnis, pengembangan start-up, hingga beasiswa kewirausahaan.
“Mahasiswa harus dilatih menjadi problem solver yang siap menghadapi tantangan nyata di masyarakat,” katanya.
Di bidang penelitian, USK akan memperkuat riset unggulan berbasis potensi lokal Aceh serta isu strategis nasional dan global. Riset tidak lagi berorientasi pada publikasi semata, tetapi didorong menuju hilirisasi dan dampak nyata melalui kolaborasi lintas disiplin dan komersialisasi hasil penelitian.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Agussabti menegaskan pentingnya reformasi tata kelola berbasis good governance.
Ia berencana menerapkan sistem monitoring dan evaluasi (Monev) yang kuat, mitigasi risiko, serta kerangka kerja RASCI untuk memperjelas peran dan tanggung jawab setiap unit.
“Monev tidak boleh menjadi formalitas administratif, tetapi alat koreksi kebijakan,” tegasnya.
Penguatan jejaring alumni juga menjadi fokus, melalui pengembangan database alumni terintegrasi, pusat layanan karir, endowment fund, serta kemitraan strategis nasional dan internasional.
Di sisi lain, USK akan diarahkan meningkatkan kemandirian finansial melalui optimalisasi aset, penguatan holding company, komersialisasi riset, dan pengembangan kawasan bisnis kampus, guna mengurangi ketergantungan pada UKT mahasiswa dan meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.
Prof Dr Ir Agussabti MSi IPU merupakan putra asli Aceh Timur, lahir di Alue Lhok pada 8 April 1968. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian USK (1991), magister di IPB (1997), dan doktor di IPB (2002). Gelar profesor diraihnya pada 2 Juni 2022.
Sejak menjadi dosen USK pada 1993, Agussabti telah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Ketua Jurusan, Dekan Fakultas Pertanian dua periode, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, hingga saat ini menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik periode 2022–2026.
Dengan visi, misi, dan program kerja yang terukur, Agussabti menargetkan USK menjadi universitas yang visioner, akuntabel, dan dipercaya publik.
“Keberhasilan perguruan tinggi bukan pada besarnya program, tetapi pada konsistensi pelaksanaan dan komitmen pada kepentingan publik,” tutupnya.