Aceh

2 Bulan Pascabanjir di Aceh Utara, Tumpukan Kayu Masih Seperti Hari Pertama Bencana

ACEH UTARA, Infoaceh.net – Dua bulan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 lalu, penanganan dampak bencana dinilai masih berjalan sangat lambat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi. Ia menyoroti belum optimalnya upaya penanganan pascabencana, khususnya di sejumlah wilayah terdampak seperti Kecamatan Sawang.
Menurut Tarmizi, hingga kini tumpukan kayu sisa banjir bandang di Kecamatan Sawang belum satu pun diangkut.
Kondisinya masih sama seperti hari pertama bencana terjadi.
“Di Sawang, tumpukan kayu itu belum disentuh sama sekali. Sampai sekarang masih seperti hari pertama banjir,” ujar Tarmizi kepada wartawan di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).
Ia menyebutkan, saat ini penanganan masih sebatas tahap pembersihan lumpur dan belum sepenuhnya rampung. Bahkan, kayu-kayu yang terbawa arus banjir tersebut belum dimanfaatkan ataupun diambil oleh masyarakat.
“Di belakang rumah saya juga penuh kayu. Tapi masyarakat belum memegang sepotong pun. Sekarang baru fokus pembersihan lumpur,” tuturnya.
Selain persoalan tumpukan kayu, Tarmizi juga pesimistis pembangunan hunian sementara (huntara) dapat rampung sebelum bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026.
Menurutnya, waktu yang tersisa tidak mencukupi mengingat jumlah huntara yang harus dibangun cukup besar.
“Secara kasat mata, tidak semua huntara bisa selesai dan difungsikan sebelum Ramadhan,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus berupaya mendorong percepatan pembangunan huntara dengan menjalin koordinasi dan kerja sama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami pemerintah daerah terus mendorong dan bekerja sama dengan BNPB untuk mempercepat pembangunan hunian,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam tiga pekan terakhir waktu yang tersedia memang sangat terbatas untuk menyelesaikan pembangunan huntara.
Namun, pihak BNPB optimistis seluruh hunian sementara dapat diselesaikan sebelum Ramadhan.
Tarmizi juga menyampaikan bahwa proses pendataan korban banjir telah selesai dilakukan, baik data korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Seluruh data tersebut telah diserahkan ke BNPB sebagai dasar percepatan penanganan pascabencana.
“Kami dorong agar seluruh bantuan untuk korban banjir bisa disalurkan dan diselesaikan sebelum Ramadhan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu di Aceh Utara mengakibatkan 345 orang meninggal dunia.
Jumlah tersebut menjadikan Aceh Utara sebagai daerah dengan korban jiwa terbanyak dalam bencana di wilayah Sumatera.
Selain itu, enam orang hingga kini masih dilaporkan hilang, sementara lebih dari 33 ribu warga masih mengungsi yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Beri Komentar

Artikel Terkait