Jakarta, Infoaceh.net – Tahun baru biasanya identik dengan harapan baru, termasuk bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan ongkos penerbangan lebih ramah kantong.
Garuda Indonesia kembali membuka awal 2026 dengan meluncurkan Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) hasil kolaborasi dengan Bank Mandiri. Potongan harga hingga 65 persen dipamerkan ke publik.
Namun, di balik gegap gempita promo tersebut, Aceh kembali berada di barisan yang tak disebut.
Pameran daring yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10 ini sekaligus menandai usia 77 tahun Garuda Indonesia.
Sekitar 140 ribu kursi disiapkan untuk rute domestik dan internasional dengan harga khusus. Daftar rute pun dirilis secara luas, lengkap dengan angka-angka diskon yang menggiurkan.
Sayangnya, nama Aceh kembali absen. Banda Aceh tak muncul, Tanah Rencong tak tercantum, seakan wilayah paling barat Indonesia itu bukan bagian dari strategi harga maskapai nasional.
Sebaliknya, sejumlah kota lain justru kebanjiran promo. Tiket pulang-pergi Jakarta–Pangkalpinang dilepas mulai Rp1,8 jutaan, Jakarta–Pontianak Rp2,4 jutaan, Jakarta–Lombok Rp2,6 jutaan, dan Jakarta–Padang Rp2,8 jutaan. Bahkan penerbangan internasional seperti Jakarta–Singapura dijual mulai Rp3 jutaan—harga yang sering kali lebih murah dibandingkan tiket Jakarta–Banda Aceh pada hari biasa, tanpa musim liburan sekalipun.
Manajemen Garuda menyebut GOTF sebagai upaya mempermudah masyarakat menyusun rencana perjalanan, khususnya menjelang Lebaran dan libur sekolah 2026.
Namun bagi warga Aceh, pernyataan semacam itu terdengar seperti pengulangan narasi lama yang tak pernah berbuah perubahan. Setiap tahun, persoalannya tetap sama: tiket mahal, rute terbatas, dan pilihan nyaris tak ada.
Bank Mandiri melengkapi pesta promo dengan diskon tambahan, cashback, cicilan tanpa bunga, hingga bonus miles.
Seluruh fasilitas itu tampak menjanjikan, tetapi terasa jauh dari realitas masyarakat Aceh yang sejak lama hanya menuntut satu hal mendasar—keadilan harga.
Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah Aceh akan masuk dalam daftar rute promo GOTF 2026. Pertanyaan pun terus bergema: sampai kapan Aceh harus menerima kenyataan bahwa terbang dari dan ke daerahnya selalu menjadi yang termahal di negeri sendiri?

















