Aceh

Progres Lambat, Baru 12 Persen Huntara Rampung di Aceh Timur Jelang Ramadan

Aceh Timur, Infoaceh.net — Percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Timur masih berjalan sangat lambat.
Dua pekan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ribuan warga korban bencana masih harus menunggu hunian yang layak, sementara sebagian besar Huntara belum selesai dibangun.
Berdasarkan data progres per Senin (2/2/2026), total pembangunan Huntara di Aceh Timur telah mencapai 1.568 unit, terdiri dari 1.367 unit skema insitu dan 201 unit skema komunal, dari total kebutuhan sebanyak 2.592 unit.
Namun, unit yang telah selesai 100 persen dan siap dihuni baru sekitar 300 unit, atau setara sekitar 11–12 persen dari total kebutuhan Huntara.
Kondisi ini menjadi sorotan mengingat masyarakat terdampak masih berada dalam fase pemulihan, sementara waktu menuju bulan Ramadan semakin dekat.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan bahwa percepatan pembangunan Huntara tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar masyarakat segera keluar dari kondisi darurat.
“Kita fokus mengejar progres pembangunan Huntara di seluruh wilayah terdampak. Target kita jelas, masyarakat harus segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman dan manusiawi. Karena itu, koordinasi dengan semua pihak terus kita perkuat,” ujar Al-Farlaky dalam keterangan resminya, Rabu (3/2/2026).
Meski demikian, data kerusakan menunjukkan beban pemulihan yang masih sangat besar. Jumlah Rumah Rusak Berat (RB) akibat bencana di Aceh Timur tercatat sebanyak 3.844 unit, jauh melampaui jumlah Huntara yang saat ini sedang dan telah dibangun.
Sementara itu, Data Terverifikasi Hunian (DTH) baru mencapai 432 unit, dengan 373 unit telah terbit rekening, sedangkan sisanya masih dalam proses validasi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa selain persoalan teknis pembangunan, proses administrasi dan verifikasi penerima manfaat juga masih menjadi tantangan.
Pembangunan Huntara dilaksanakan oleh 24 vendor melalui dua skema, yakni insitu dan komunal.
Untuk skema insitu, dari total 2.592 unit yang direncanakan, 198 unit telah selesai 100 persen, 439 unit berada pada progres di atas 50 persen, dan 730 unit masih di bawah 50 persen, meskipun material bangunan telah tersedia di lokasi untuk 1.225 unit.
Adapun pembangunan Huntara skema komunal menunjukkan progres 201 unit, dengan 102 unit telah rampung sepenuhnya.
Material bangunan tersedia untuk 85 unit komunal, sementara pematangan lahan masih berlangsung di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi, yang turut memengaruhi kecepatan pembangunan di lapangan.
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky kembali menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengejar angka penyelesaian, tetapi juga memastikan kualitas bangunan serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Kami minta seluruh pelaksana di lapangan bekerja sesuai standar. Huntara ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat masyarakat memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana,” tegasnya.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 1.541 unit, disusul Rantau Peureulak, Serba Jadi, dan Simpang Jernih.
Dengan waktu yang semakin sempit menjelang Ramadan, lambannya penyelesaian Huntara menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan pengawasan lapangan akan terus ditingkatkan agar pembangunan Huntara dapat dipercepat dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih menunggu hunian sementara yang layak untuk menjalani bulan suci.

Beri Komentar

Artikel Terkait