Pendidikan

Rekonsiliasi Usai Pemilihan Rektor USK: Safrizal Satukan Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani

Banda Aceh, Infoaceh.net — Kontestasi pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 yang diikuti tiga calon telah berakhir pada 2 Februari lalu.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr Safrizal ZA menegaskan pentingnya persatuan dan rekonsiliasi di lingkungan kampus dengan menyatukan tangan Rektor USK Prof Dr Ir Marwan dan Rektor USK terpilih Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA.

Momen simbolik tersebut berlangsung pada Rabu (4/2/2026) di UPT Hewan Coba dan Kewirausahaan Veteriner/Rumah Sakit Hewan Pendidikan USK, Jalan Inong Balee, Darussalam, Banda Aceh.

Safrizal berdiri di tengah, diapit Prof Marwan di sisi kanan dan Prof Mirza di sisi kiri, saat keduanya berjabat tangan erat di hadapan civitas akademika.

Safrizal menjelaskan, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi pada acara meuramin veteriner yang digelar menjelang dimulainya perkuliahan baru serta menyambut bulan suci Ramadhan.

Baca Juga:  Kepala BPSDM Aceh Ajak Siswa SMAN 9 Banda Aceh Bangun Growth Mindset

Menurutnya, penyatuan tangan dua pimpinan kampus itu dilakukan secara spontan sebagai simbol berakhirnya perbedaan pilihan dan dimulainya kolaborasi.

“Pemilihan sudah selesai. Tidak ada lagi sekat. Yang terpenting sekarang adalah kebersamaan untuk memajukan USK dan pendidikan di Aceh,” ujar Safrizal.

Ia menegaskan dinamika dalam pemilihan pimpinan kampus merupakan hal yang wajar dalam tradisi akademik.

Namun, seluruh elemen universitas harus kembali bersatu demi menjaga stabilitas institusi dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Aceh.

Selain membahas konsolidasi internal kampus, Safrizal yang juga menjabat Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah (Kasatgas PRR Wilayah) Aceh menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

“Kampus memiliki peran besar, baik dari sisi keilmuan, riset, maupun pengabdian masyarakat. Kami mengapresiasi kontribusi civitas akademika USK yang telah mengerahkan mahasiswa dan tenaga ahli ke lokasi bencana,” katanya.

Baca Juga:  609 Peserta Ikuti Seleksi Talenta Unggul Nasional di USK

Safrizal yang juga merupakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri menambahkan, penugasannya di Aceh merupakan amanah langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh-Sumatera.

“Dari beberapa provinsi terdampak, Aceh menjadi yang paling parah. Karena itu, saya akan sering berada di Aceh untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan akademisi, untuk terus memberikan dukungan agar proses pemulihan di Aceh dapat berjalan optimal.

Penyatuan tangan antara Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani tersebut menjadi penanda dimulainya fase transisi kepemimpinan USK yang diharapkan berlangsung harmonis, inklusif, dan berorientasi pada penguatan peran universitas sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait