Infoaceh.net – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melontarkan pernyataan yang memantik perhatian publik dengan menyebut karakter ideologis Golkar lebih dekat pada semangat sosial ketimbang kapitalisme murni.
Pandangan itu ia kaitkan dengan prinsip keadilan sosial serta pemerataan hak pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat sosialisasi Empat Pilar oleh Fraksi Golkar MPR di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia mengaku semakin memahami arah perjuangan partai sejak memimpin Golkar, hingga menilai persepsi publik tentang Golkar sebagai partai kapitalis perlu diluruskan.
Menurut Bahlil, keadilan ekonomi tidak semata diukur dari distribusi keuntungan, tetapi dari akses dan kesempatan yang setara, terutama bagi daerah penghasil SDA.
Ia menyoroti pola pengelolaan migas dan tambang yang dinilai masih terkonsentrasi di pusat kekuasaan.
Bahlil secara terbuka mengkritik sentralisasi perizinan yang membuat banyak keputusan strategis terkait tambang di wilayah seperti Maluku, Sulawesi, dan Papua tetap dikendalikan dari Jakarta. Kondisi ini, kata dia, memunculkan kesenjangan antara daerah penghasil dan pusat administrasi.
Ia menegaskan bahwa semangat pemerataan harus menjadi arah kebijakan ekonomi nasional, sejalan dengan mandat konstitusi. Dalam kerangka itu, Golkar disebutnya harus berperan aktif mendorong tata kelola SDA yang lebih inklusif dan memberi ruang bagi pelaku usaha daerah.
Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang ingin menegaskan ulang posisi ideologisnya di tengah dinamika ekonomi nasional.



















