Pendidikan

Mahasiswa USK Ciptakan Teknologi AI untuk Petani Nilam, Raih Best Innovation Nasional

Jakarta, Infoaceh.net — Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Tim mahasiswa USK berhasil meraih penghargaan Best Innovation pada kategori Precision Agriculture and Digital Farming dalam ajang FertInnovation Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI).
Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara Awarding Night yang berlangsung di Ballroom Sei Selayur, Gedung PT Pupuk Indonesia, Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri jajaran direksi PT Pupuk Indonesia, dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi industri, serta para inovator di bidang pertanian dari seluruh Indonesia.
Tim USK yang membawa nama harum Aceh ini dipimpin Ilham sebagai team leader, dengan anggota Muhammad Faizil sebagai Product & UI Designer dan M. Ghailan Dhiaulhaq sebagai Electrical Integration Specialist.
Mereka mendapat bimbingan dari dosen Teknik Elektro USK, Aulia Rahman ST MSc.
Dalam kompetisi tersebut, tim USK mengusung inovasi berupa sistem pemantauan dan diagnosis tanaman nilam berbasis sensor dan kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi gangguan tanaman serta memantau kondisi tanah secara real-time, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi tindakan budidaya yang cepat, akurat dan berbasis data.
“Riset kami berangkat dari permasalahan nyata di lapangan. Inovasi ini membantu petani nilam mengambil keputusan secara presisi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen,” ujar Ilham, Jumat (6/2).
Dosen pembimbing Aulia Rahman mengapresiasi capaian mahasiswa bimbingannya sebagai bukti kemampuan generasi muda dalam menghasilkan teknologi terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan mahasiswa mampu menciptakan solusi yang aplikatif dan berpotensi besar untuk diterapkan secara luas di sektor pertanian. Ini juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
FertInnovation Challenge 2025 mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”.
Kompetisi dua tahunan ini menjadi wadah bagi PT Pupuk Indonesia untuk menjaring ide dan prototipe teknologi dari kalangan akademisi, peneliti, hingga startup di seluruh Indonesia.
Tahun ini, persaingan berlangsung ketat dengan masuknya 889 proposal inovasi dari berbagai institusi.
Kompetisi mempertandingkan empat kategori utama, yakni Climate Resilience, AI-Driven Innovation, Plant Engineering, dan Precision Agriculture.
Melalui kemenangan tersebut, inovasi mahasiswa USK berpeluang memasuki tahap pengujian lapangan lanjutan (scaling) serta program inkubasi yang difasilitasi PT Pupuk Indonesia.
Capaian ini sekaligus menegaskan kontribusi mahasiswa USK dalam mendorong transformasi digital sektor pertanian dan mendukung upaya kedaulatan pangan nasional.

Beri Komentar

Artikel Terkait