Syariah

Ramadhan Puncak Etos Kerja Muslim, Jangan Bermalas-malasan Saat Puasa

Banda Aceh, Infoaceh.net — Umat Islam seharusnya tidak mengikuti perasaan bermalas-malasan dalam menjalankan aktivitas ibadah dan bekerja di bulan suci Ramadhan.
Karena pada bulan inilah seyogianya umat mengerahkan segala energi yang dimiliki untuk bekerja, berkarya, dan beramal shalih secara maksimal, sehingga pada bulan Ramadhan menjadi puncak etos kerja muslim.
Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Saifuddin A. Rasyid, menyampaikan hal itu dalam khutbah di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jum’at, 2 Ramadhan 1447 Hijriah, bertepatan dengan 20 Februari 2026.
“Dalam bulan Ramadhan ini adalah saat yang sangat tepat kita mengerahkan kekuatan kita, full speed, untuk memaksimalkan pekerjaan kita, menciptakan karya karya monumental, dan mempersembahkan amal amal terbaik kita kepada Allah dan menebar manfaat kepada manusia,” paparnya.
Imam Besar Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry ini menekankan supaya umat Islam tidak mengikuti perasaan malas dan kurang semangat hanya dengan alasan sedang berpuasa.
“Para mahasiswa misalnya, malas belajar, banyak tidur di pagi hari, tidak masuk kuliah, lemas dan sebagainya karena sedang berpuasa. Demikian juga para karyawan, dosen, pekerja swasta, pedagang, petani, nelayan, dan kaum profesional lainnya,” lanjutnya.
Berpuasa, kata Tgk Saifuddin, memang berpengaruh pada pola kerja metabolisme kita karena asupan makanan dan minuman yang kurang dari biasanya, tetapi tidak sampai membuat kita kekurangan energi dan berhenti berkarya.
“Energi bagi kita bisa datang tidak hanya dari makanan dan minuman saja tetapi juga dari spirit dan pola pikir, mindset, yang positif,” ungkap Bendahara ICMI Aceh ini.
Menurut Tgk Saifudddin, bila kita berupaya secara maksimal dengan niat dan motivasi untuk mempersembahkan hasil karya dan amal terbaik dan dilakukan dengan standar, prosedur dan proses yang baik, maka sisanya dimana ada kekurangan ditutup oleh Allah. Sehingga hasil kerja kita menjadi maksimal dan sempurna.
Mengutip surat At-Taubah ayat 105, Tgk Saifuddin memaparkan bahwa amal amal kita, amal baik dan amal buruk sekalipun, tidak terlepas dari pemantauan Allah dan RasulNya, bahkan pemantauan manusia dan akan ada pertanggung jawabannya.
“Allah tak membiarkan kita melakukan tindakan dan pekerjaan apa saja berjalan sekehendak kita karena Allah dan Rasulullah saw memberikan panduannya, dan Allah dan RasulNya, dengan melibatkan manusia di sekitar kita, memonitor proses dan akan mengevaluasi hasil dari pekerjaan yang kita lakukan baik di dunia ini maupun di akhirat nanti dengan ukuran panduan yang diberikan itu,” tegasnya.
Tgk Saifuddin mengajak kaum muslim produktif dan berpikir positif dalam terus belajar dan bekerja dalam bulan suci ini. Maksimalkan prosesnya untuk mendapatkan hasil terbaik.
“Tapi jangan pernah berlepas diri dari tuntunan Allah dan RasulNya dan kearifan sosial pandangan manusia di sekitar kita. Karena kehadiran kita dan hasil karya kita memiliki dampak langsung bukan hanya bagi diri kita tetapi juga pada diri orang orang sikitar kita, disamping dampak hakiki hubungan kita dengan Allah dan Rasul-Nya,” lanjutnya.
Tgk Saifuddin menghimbau umat Islam agar memaksimalkan waktu untuk bekerja. Jangan terlalu banyak bersantai di kafe kafe di malam hari. 
Dia juga menekankan, setelah tarawih selesai berbagilah waktu yang cukup untuk istirahat. Karena kurang tidur di waktu malamlah yang menyebabkan kita mengantuk di siang hari. Bukan karena kita berpuasa.
Puasa tidak menyebabkan orang mengantuk dan malas, tetapi kekurangan tidur dan lemahnya spirit pribadi yang menyebabkan orang tidak produktif.
“Maka tetaplah jalankan prinsip tidur cepat bangun cepat. Jangan terbawa selera begadang di waktu malam untuk tujuan sia-sia dan main belaka, lalu megantuk dan tidur di waktu siang,” paparnya.
Tgk Saifuddin menambahkan, tidur dalam bulan puasa bukanlah ibadah tetapi dapat bernilai ibadah bila tidur itu diniatkan untuk istirahat agar fisik menjadi fit saat menjalankan ibadah dan bekerja. Tidur di bulan puasa bahkan bisa menjadi maksiat bila sampai kebablasan dan melewatkan saat saat terbaik untuk beribadah dan bekerja.
“Karena itu, muslim yang berpuasa adalah tetap aktif, kreatif, hidup semangatnya, dan memiliki perencanaan waktu dan spirit yang baik, untuk beribadah dan tetap berkarya, sejak awal Ramadhan sampai nanti merayakan kemenangan fitrah di hari raya,” pungkasnya. (Sayed M. Husen)
image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...

Beri Komentar

Artikel Terkait