Banda Aceh, Infoaceh.net — Sebanyak 30 peserta yang berasal dari berbagi daerah di Aceh mengikuti program pendidikan dan pembinaan bertajuk “Madrasah Lansia – Ramadhan 1447 H” yang diselenggarakan oleh Yayasan Wakaf Haroen Aly bekerja sama dengan Sahabat Quran.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan, 22–28 Februari 2026 di Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf, MA dalam sambutanya saat membuka acara menjelaskan Madrasah Lansia itu menyasar peserta yang telah berusia 45 hingga 60 tahun.
Program tersebut dirancang untuk membantu peserta mempersiapkan diri selama bulan suci Ramadhan dengan lebih tenang, lebih mendalam dan penuh makna.
“Selain memperkuat pemahaman keagamaan, Madrasah Lansia juga menitikberatkan pada kesiapan mental, emosional dan perencanaan hidup di masa tua,” kata Prof Yasir Yusuf, Ahad (22/2/2026).
Wakil Rektor UIN Ar-Raniry itu menambahkan pentingnya menjaga sikap istiqamah dalam beribadah dan menuntut ilmu, terutama seiring bertambahnya usia.
“Usia yang semakin matang harus diiringi dengan kualitas ibadah dan kedewasaan spiritual. Madrasah Lansia ini diharapkan menjadi ruang pembinaan yang menumbuhkan ketenangan, rasa syukur, dan kesiapan menghadapi fase kehidupan berikutnya,” ujarnya.
Ia memastikan program pembinaan tidak berhenti setelah Ramadhan. Pasca Ramadhan, kegiatan serupa akan dilanjutkan secara berkesinambungan di Rumah Wakaf yang dikelola yayasan di kawasan Ulee Kareng.
“Panitia mengedepankan pendekatan pembelajaran yang lembut, pendampingan intensif serta suasana belajar yang nyaman dan ramah bagi peserta lansia,” kata Prof Yasir Yusuf.
Tujuh materi utama disajikan dalam program tersebut diantaranya tauhid dan fiqih ibadah, fiqih mawaris, sirah nabawiyah, kesehatan jiwa, pengelolaan keuangan di masa tua, tafsir Al-Quran dan tahsin Al-Quran.
“Melalui kombinasi materi syariat dan keterampilan praktis, program ini diharapkan memberi bekal komprehensif bagi peserta dalam menjalani Ramadhan dan kehidupan selanjutnya,” pungkasnya.



















