Umum

Jepang Hibah 8 Alat Berat Rp7,5 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana Aceh

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemerintah Jepang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Aceh.

Melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project, Konsulat Jenderal Jepang di Medan menyerahkan bantuan berupa empat unit dump truck dan empat unit ekskavator dengan total nilai sekitar Rp7,5 miliar.

Seremoni peresmian sekaligus penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula SMA Lab School Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas penanganan bencana di Aceh, yang dikenal sebagai salah satu wilayah rawan gempa, tsunami, banjir bandang dan longsor.

Ketua Pembina Yayasan Sekolah Laboratorium Syiah Kuala, Prof Dr Ir Marwan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Jepang atas kepercayaan dan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh.

Menurutnya, hubungan antara Aceh dan Jepang telah terjalin erat sejak tragedi gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

Sejak saat itu, Jepang menjadi salah satu negara yang paling konsisten memberikan dukungan dalam proses rehabilitasi, rekonstruksi, hingga penguatan kapasitas mitigasi bencana di Aceh.

“Alhamdulillah, bantuan ini akan langsung kami distribusikan untuk mendukung penanganan wilayah terdampak bencana di Aceh. Kedekatan masyarakat Aceh dan Jepang sudah teruji oleh waktu.

Jepang selalu hadir mendampingi kita dalam situasi sulit. Kami telah berkoordinasi dengan tim pelaksana agar unit-unit ini segera dapat dioperasikan di lapangan,” ujar Prof. Marwan.

Baca Juga:  Enam Hari Polemik Alkes RSUD Belum Ada Solusi, Pemko Sabang Masih Tunggu Arahan Pimpinan

Ia menjelaskan, alat berat tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat proses penanganan pascabencana, mulai dari pembukaan akses jalan yang tertutup longsor, pembersihan material banjir, hingga mendukung kegiatan tanggap darurat di berbagai daerah.

Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Tori, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata persahabatan antara Jepang dan Indonesia, khususnya Aceh.

Ia menilai investasi dalam kesiapsiagaan bencana jauh lebih penting dibandingkan hanya berfokus pada penanganan setelah bencana terjadi.

“Bencana alam tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, investasi dalam kesiapsiagaan merupakan langkah yang sangat penting. Kami percaya bahwa kemampuan merespons secara cepat akan mampu mengurangi kerugian serta mempercepat proses pemulihan,” kata Furugori.

Ia berharap delapan unit alat berat yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh.

“Kami berharap bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang,” tambahnya.

Di sisi lain, Universitas Syiah Kuala turut menyambut baik kerja sama tersebut.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi FRSPH mengatakan bahwa kolaborasi internasional seperti ini memiliki arti penting bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.

Baca Juga:  Dasar Hukum Pembatalan Kontrak Alkes RSUD Sabang Dipertanyakan 

Menurutnya, keberadaan alat berat tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan respons bencana, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami praktik mitigasi bencana secara langsung.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Medan. Bantuan ini merupakan aset yang sangat berharga untuk memperkuat ketangguhan Aceh terhadap bencana.

Bagi USK, ini menjadi momentum untuk mendorong mahasiswa dan sivitas akademika terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan mitigasi bencana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan pita dan penyerahan simbolis bantuan sebagai tanda dimulainya pemanfaatan delapan unit alat berat tersebut.

Bantuan ini sekaligus mempertegas eratnya hubungan kemanusiaan antara Jepang dan Aceh yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.

Sejak tsunami 2004, Jepang terus menjadi salah satu mitra internasional yang konsisten mendukung pembangunan kembali Aceh, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dengan tambahan armada alat berat tersebut, diharapkan kapasitas penanganan bencana di Aceh semakin meningkat sehingga proses evakuasi, pembersihan wilayah terdampak, dan pemulihan kehidupan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait