Pendidikan

Modernisasi Pertanian, Desa Barabung Kini Miliki Sistem Hidroponik Terintegrasi IoT dari USK

Banda Aceh, Infoaceh.net — Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melakukan terobosan teknologi pertanian di Desa Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, dengan menghadirkan sistem hidroponik bertenaga surya berbasis Internet of Things (IoT).

Sistem inovatif ini mengintegrasikan panel surya sebagai sumber energi terbarukan dengan sejumlah sensor canggih seperti sensor pH, suhu, serta Total Dissolved Solids (TDS/PPM).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Seluruh data dari sensor tersebut dihubungkan ke sistem IoT, memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara real-time melalui aplikasi ponsel pintar.

Ketua Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat USK, Ir Riski Arifin ST MT menjelaskan, teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi dalam budidaya tanaman hidroponik di tingkat desa.

Baca Juga:  Rahmat Rasulullah Harus Jadi Pedoman Hidup Berkeluarga hingga Bernegara

“Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan hidroponik.

Perpaduan antara IoT dan panel surya tidak hanya membuat proses pemantauan menjadi lebih mudah, tetapi juga mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Riski.

Keunggulan sistem ini terletak pada kemudahan kontrol jarak jauh. Pengguna dapat menghidupkan atau mematikan pompa nutrisi melalui aplikasi, serta menerima notifikasi otomatis jika kadar pH air berada di luar batas yang ditentukan.

Tim pengabdian juga telah melakukan pelatihan intensif kepada pengelola hidroponik desa agar sistem dapat dioperasikan secara mandiri dan aman.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry Lantik Puluhan Ketua Prodi Baru, Siapkan Reakreditasi Kampus

Pihak desa menyambut positif hadirnya teknologi tersebut. Keuchik Desa Barabung menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang diberikan oleh tim akademisi USK.

“Terima kasih kepada tim pengabdian USK yang sudah membantu desa kami. Kami senang melihat sistem ini, apalagi sekarang bisa dipantau lewat handphone. Mudah-mudahan program ini berjalan lancar dan bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Keuchik Desa Barabung.

Melalui program ini, Tim PBM USK berharap penerapan teknologi IoT dan energi terbarukan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan smart farming di wilayah pedesaan.

Dengan sistem yang lebih modern, masyarakat diharapkan dapat mengelola budidaya hidroponik secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait