Olahraga

Komite Pemilihan Tetapkan Calon Ketua PSSI Aceh: Tiga Nama Resmi Bertarung

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh periode 2026–2030 resmi memasuki babak penentuan.

Komite Pemilihan Kongres PSSI Aceh telah menetapkan tiga nama sebagai calon tetap Ketua Umum PSSI Aceh. Penetapan tersebut dilakukan setelah seluruh calon menjalani proses verifikasi administrasi dan pemeriksaan persyaratan pencalonan.

Ketiga nama yang dinyatakan memenuhi syarat adalah Muslim MS, Darmansyah Putra, dan petahana Nazir Adam.

Ketua Komite Pemilihan Kongres PSSI Aceh, Hendri Saputra, mengatakan ketiga calon telah dinyatakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk mengikuti kontestasi.

“Ketiganya dinyatakan memenuhi syarat, sehingga ditetapkan sebagai calon,” kata Hendri Saputra di Banda Aceh, Rabu (16/9/2026).

Nomor urut calon ditetapkan berdasarkan urutan pendaftaran. Muslim menempati nomor urut satu, Darmansyah Putra nomor urut dua, sedangkan Nazir Adam nomor urut tiga.

Penetapan tiga calon tersebut menjadi hasil akhir dari tahapan pemeriksaan berkas pencalonan yang dilakukan Komite Pemilihan.

Sekretaris Komite Pemilihan Kongres PSSI Aceh, Zakaria, menyampaikan para kandidat harus memenuhi sejumlah ketentuan sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI Aceh 2025.

Salah satu persyaratan penting adalah calon memiliki pengalaman dalam pengelolaan sepak bola di Aceh sekurang-kurangnya tiga tahun berturut-turut.

Pengalaman tersebut tidak cukup hanya berdasarkan pengakuan, tetapi harus dibuktikan dengan dokumen resmi berupa Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari PSSI Aceh maupun PSSI Pusat.

Selain pengalaman, calon juga harus memenuhi ketentuan terkait usia, integritas, sportivitas, pemahaman terhadap regulasi sepak bola serta tidak sedang menjalani sanksi disiplin atau etik dalam ekosistem sepak bola.

Baca Juga:  Persiraja Academy Mulai Latihan 3 Oktober, Membina Talenta Muda Aceh Sejak Usia Dini

Calon juga diwajibkan memahami regulasi yang berlaku dalam organisasi sepak bola, baik di tingkat nasional maupun internasional yang berada dalam lingkup PSSI, FIFA, AFC dan AFF.

Hendri sebelumnya menjelaskan, calon Ketua Umum PSSI Aceh minimal berusia 28 tahun.

Calon juga tidak boleh memiliki rekam jejak publik yang mendiskreditkan atau mencemarkan nama baik PSSI berdasarkan putusan badan yudisial.

Dengan ditetapkannya tiga calon tetap, pertarungan kepemimpinan PSSI Aceh periode mendatang kini tinggal menunggu forum pemegang suara.

Salah satu nama yang kembali mencalonkan diri adalah Nazir Adam. Ia merupakan petahana yang berupaya mempertahankan kepemimpinannya untuk periode 2026–2030.

Nazir menyebut keputusannya untuk kembali maju tidak terlepas dari dorongan klub-klub anggota serta para pegiat sepak bola di Aceh.

Selama periode kepemimpinannya, sepak bola Aceh mencatat sejumlah capaian di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Tim sepak bola Aceh meraih medali perak pada PON Papua 2021 dan kemudian memperoleh medali perunggu pada PON Aceh-Sumut 2024.

Namun, capaian prestasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pekerjaan rumah besar yang akan dihadapi siapa pun yang nantinya memperoleh mandat memimpin PSSI Aceh.

Sebab, tantangan sepak bola Aceh tidak hanya berkaitan dengan pencapaian di ajang PON, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kompetisi, pembinaan pemain usia dini, penguatan klub, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga pembangunan ekosistem sepak bola yang lebih profesional.

Kongres Pemilihan PSSI Aceh dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026.

Ketua Komite Pemilihan Hendri Saputra memastikan kongres akan menjadi forum bagi para pemilik suara untuk menentukan siapa yang akan memimpin PSSI Aceh selama empat tahun ke depan.

Baca Juga:  SSB Talenta Aceh Juara Piala Soeratin U-15, Kalahkan Juang FC Bireuen Lewat Adu Penalti

Sebanyak 40 pemilik suara sah akan terlibat dalam proses pemilihan. Komposisinya terdiri atas perwakilan PSSI kabupaten/kota se-Aceh, 16 klub resmi anggota Asprov PSSI Aceh, serta satu suara dari Asosiasi Futsal Aceh (AFA).

Lokasi pelaksanaan kongres belum diumumkan. Panitia menyatakan tempat pelaksanaan akan disampaikan kepada publik paling lambat satu minggu sebelum kongres digelar.

Dengan demikian, tiga kandidat kini memiliki waktu untuk menyampaikan visi, program dan agenda masing-masing kepada para pemilik suara.

Kontestasi tiga kandidat tersebut pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menduduki kursi Ketua Umum PSSI Aceh.

Mandat periode 2026–2030 akan membawa tanggung jawab untuk membangun fondasi sepak bola Aceh dalam jangka panjang.

Persoalan kompetisi lokal yang berkelanjutan, pembinaan pemain usia muda, penguatan klub-klub anggota, peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola serta fasilitas olahraga menjadi sejumlah tantangan yang harus dijawab kepengurusan baru.

Di sisi lain, Aceh memiliki modal besar berupa basis masyarakat sepak bola yang kuat, klub-klub daerah, akademi dan sekolah sepak bola, serta pengalaman menjadi tuan rumah PON.

Kongres 3 Oktober akan menjadi titik penting untuk menentukan arah organisasi sepak bola Aceh empat tahun ke depan.

Kini, Muslim MS, Darmansyah Putra dan Nazir Adam sama-sama telah memperoleh tiket resmi untuk memasuki arena pemilihan.

Selanjutnya, 40 pemilik suara akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin PSSI Aceh periode 2026–2030.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait