INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Empat Pulau ‘Hilang’ Telah Menyatukan Aceh

Dara Adinda
Last updated: Sabtu, 14 Juni 2025 22:30 WIB
By Dara Adinda
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, Drs M Isa Alima
Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, Drs M Isa Alima
SHARE

Banda Aceh, Infoaceh.net — Ironis tapi nyata. Ketika kabar tentang “hilangnya” empat pulau dari Aceh mencuat ke permukaan, alih-alih memecah belah, justru memicu gelombang persatuan yang belum pernah terlihat sekuat ini dalam beberapa tahun terakhir.

Empat pulau yang terletak di wilayah Kabupaten Aceh Singkil — Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang — sempat ramai dibicarakan publik setelah muncul isu bahwa status wilayahnya telah berpindah ke Sumatera Utara.

11 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, 15 Titik Lainnya Masih Dikerjakan 

Rakyat resah. Pemerintah daerah terpanggil. Dan dari keresahan itu, lahir suara bulat yang tegas: pulau-pulau itu milik Aceh.

- ADVERTISEMENT -

Pernyataan paling keras dan jelas datang dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, yang menyatakan tanpa ragu: “Tidak ada kompromi. Empat pulau itu bagian dari Aceh. Titik.”

Pernyataan itu langsung menyulut semangat warga. Masyarakat dari berbagai elemen, tokoh adat, ulama, hingga mahasiswa, menyuarakan dukungan terhadap sikap tegas tersebut.

- ADVERTISEMENT -
Polda Aceh Bangun Perumahan Meutuah Residen untuk Personel

Di media sosial, tagar #AcehBersatu dan #EmpatPulauAceh sempat menjadi perbincangan hangat. Suatu isyarat bahwa rakyat Aceh menaruh harapan besar pada momentum ini.

Dari Isu Teritorial Menjadi Simbol Persatuan
Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, Drs M Isa Alima menegaskan bahwa momen ini menjadi titik balik penting bagi Aceh.

“Empat pulau yang sempat dianggap hilang ini justru menyatukan kita. Ini bukan hanya tentang batas wilayah, tapi tentang kesadaran kolektif menjaga kehormatan dan warisan sejarah kita,” ujar Isa Alima, Sabtu (14/6).

Monopoli Pengadaan APBK Aceh Selatan, Belasan Paket Proyek Digarap CV yang Sama

Menurutnya, Aceh sudah terlalu lama sibuk dengan perbedaan internal. Namun kini, perbedaan itu larut dalam semangat bersama mempertahankan tanah rencong.

- ADVERTISEMENT -

“Yang kita perjuangkan bukan hanya pulau. Tapi harga diri, martabat, dan masa depan Aceh.”

Forbes dan Elit Politik Aceh Akhirnya Kompak
Situasi ini juga menggugah Forum Bersama (Forbes) DPR RI dan DPD RI asal Aceh, yang selama ini kerap dinilai jalan sendiri-sendiri. Kini mereka duduk bersama, satu meja, satu suara, untuk menyuarakan penolakan terhadap setiap bentuk pelemahan wilayah Aceh.

Para anggota legislatif tersebut kembali ke Aceh, menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi dan tokoh masyarakat. Langkah ini mendapat sambutan positif dari publik, yang menilai bahwa ini adalah sinyal baik dari pemimpin-pemimpin Aceh di tingkat nasional.

Bukan Konflik Antarwilayah, Tapi Soal Sejarah
Isa Alima menegaskan bahwa polemik ini jangan dilihat sebagai konflik antarprovinsi.

“Aceh dan Sumut itu serumpun. Tapi ketika sejarah dilupakan, kita wajib mengingatkan. Empat pulau ini bagian dari wilayah Aceh berdasarkan peta 1956 dan referensi resmi lainnya,” katanya.

Pernyataan itu menekankan bahwa perjuangan ini bukan untuk memusuhi pihak lain, melainkan untuk menuntut kejelasan berdasarkan sejarah dan hukum yang berlaku.

Dari Krisis Jadi Kebangkitan
Isu ini mungkin dimulai dari kekhawatiran. Tapi hari ini, ia telah menjadi bahan bakar kebangkitan. Masyarakat Aceh mulai sadar bahwa hanya dengan bersatu, setiap persoalan bisa dihadapi bersama.

Momentum ini bukan akhir, tapi awal. Awal dari semangat baru membangun Aceh dengan hati yang bersih, pandangan yang jernih, dan tekad yang bulat.

Karena kadang, sesuatu yang hilang — atau hampir hilang — justru mengajarkan kita nilai penting tentang apa yang selama ini kita miliki.

Empat pulau itu bukan hanya kembali diklaim, tetapi telah mengembalikan satu hal yang lebih besar: persatuan Aceh.

“Empat pulau telah menyatukan kita. Dan semoga, selamanya, kita tetap dalam satu barisan untuk Aceh yang lebih bermartabat,” pungkasnya.

Previous Article Peninjauan progres jembatan gantung Gampong Lambhuk-Lamseupeung oleh Anggota DPR RI Irmawan bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, Ka. Balai BPJN, Heri Yugiantoro, Ketua Fraksi PKB DPRA, Munawar AR, dan Plt. Sekda Banda Aceh Jalaluddin Agustus, Jembatan Gantung Lambhuk-Lamseupeung Bisa Dilalui Pejalan Kaki
Next Article Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juni 2025. (Foto: Ist) Aceh–Sumut Memanas, Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa Empat Pulau

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Surat Warga
Kebun Pala Warga Alue Keutapang Pidie Jaya Mati Total Akibat Banjir Bandang
Senin, 12 Januari 2026
Pendidikan
Meski Jadi Korban, Semangat Juang Guru di Lokasi Bencana Aceh Tak Pernah Padam
Senin, 12 Januari 2026
Olahraga
Persiraja Bungkam Persikad Depok 1-0, Gol Connor Flynn Jadi Penentu
Senin, 12 Januari 2026
Politik
Sewa Beko Mahal, Warga Aceh dan Kader PDIP Minta Megawati Kirim Alat Berat dan Sekop Bersihkan Lumpur  
Senin, 12 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Umum

Balai Pengajian Dayah Thalibul Huda di Aceh Besar Terbakar

Sabtu, 10 Januari 2026
Umum

Ditlantas Polda Aceh Umumkan Persyaratan Urus STNK Hilang-Rusak Akibat Bencana

Sabtu, 10 Januari 2026
Umum

500 Ton Beras dan Bantuan Logistik PMI Tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Kapolres Pidie Jaya Serahkan Ekskavator Percepat Pembersihan Lumpur

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Huntara Mulai Dibangun di Aceh Timur, Target 10 Hari Siap

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Gas Muncul di Tanah Bekas Banjir Nagan Raya, BPMA: Aman Selama Tidak Ada Pembakaran  

Jumat, 9 Januari 2026
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Bireuen, akan dimulai bulan Januari 2026. (Foto: Ist)
Umum

Bulan Ini, Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Krueng Tingkeum di Kutablang Bireuen

Jumat, 9 Januari 2026
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman dan Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal menandatangani MoU pembangunan fasilitas air siap minum berbasis wakaf, Rabu (7/1). (Foto: Ist)
Umum

Yayasan Turki Bangun Fasilitas Air Siap Minum Wakaf di Kampus UIN Ar-Raniry

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?