INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Pendidikan

PPIM UIN Jakarta Luncurkan Buku: Santri Putra Lebih Rentan Kekerasan Seksual di Pesantren

Last updated: Rabu, 9 Juli 2025 02:46 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku Pesantren Ramah Anak, Selasa (8/7/2025) di Hotel Ashley Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: NU Online/Suci Amaliyah)
Kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku Pesantren Ramah Anak, Selasa (8/7/2025) di Hotel Ashley Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: NU Online/Suci Amaliyah)
SHARE

Jakarta, Infoaceh.net – Pusat Penelitian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta meluncurkan dua buku hasil riset mendalam bertajuk Menuju Pesantren Ramah Anak dan Menjaga Marwah Pesantren.

Peluncuran dilakukan dalam acara yang digelar di Hotel Ashley, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Relawan Dewan Dakwah Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap keempat kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor, di MIN 4 Aceh Tengah, Rabu (14/1).
Dewan Dakwah Aceh Salurkan Bantuan Tahap Keempat untuk Korban Banjir

Dua buku ini merangkum hasil penelitian komprehensif mengenai lingkungan pesantren di Indonesia, dengan fokus pada isu perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual.

- ADVERTISEMENT -

Direktur Riset PPIM UIN Jakarta, Iim Halimatusa’diyah, menuturkan bahwa buku ini merupakan kontribusi akademik untuk memastikan pesantren tetap menjadi lembaga luhur yang aman dan ramah anak. Ia menyebut penelitian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif, mencakup survei nasional tahun 2023 terhadap 1.800 responden di 90 pesantren dari 34 provinsi. Tahun 2024, penelitian dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada 170 informan dari 17 pesantren dan 12 lembaga di 13 provinsi.

“Menuju Pesantren Ramah Anak memetakan implementasi kebijakan Pesantren Ramah Anak berdasarkan hasil survei, termasuk persepsi, praktik baik, hingga tantangan lapangan,” ujar Iim. Sedangkan buku Menjaga Marwah Pesantren mengulas kerentanan dan ketahanan pesantren terhadap kekerasan seksual, serta menawarkan strategi pencegahan dan penanganan.

- ADVERTISEMENT -
Omid Popalzay Resmi Gabung Persiraja Banda Aceh  

Salah satu temuan mengejutkan terungkap dari laporan riset tersebut. Windy Triana, Koordinator Peneliti PPIM UIN Jakarta, menyebut bahwa santri laki-laki ternyata lebih rentan mengalami kekerasan seksual dibandingkan santri perempuan. Berdasarkan hasil survei, tercatat 1,90 persen santri laki-laki (sekitar 40.689 anak) mengalami kekerasan seksual, dibandingkan 0,20 persen santri perempuan (sekitar 3.923 anak).

“Santri putra lebih rentan. Banyak kasus perundungan dan kekerasan seksual terselubung dalam bentuk candaan, dianggap sebagai hal biasa oleh sesama santri laki-laki,” ujarnya.

Windy menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kerentanan santri laki-laki ialah ketimpangan sistem perlindungan. Selama ini, perhatian dan pengamanan lebih banyak diberikan kepada santri perempuan, mulai dari tata letak kamar, akses kamar mandi, hingga pengawasan rutin. Sebaliknya, santri laki-laki diasumsikan mampu menjaga diri sendiri, padahal faktanya mereka justru lebih minim perlindungan.

USK Pertahankan Predikat AA SAKIP 2025, Nilai 91,40 

Survei PPIM juga mengelompokkan ketahanan pesantren terhadap kekerasan seksual dalam tiga kategori: tinggi, moderat, dan rendah. Sebagian besar pesantren berada dalam ketahanan moderat, artinya memiliki sistem dasar perlindungan tetapi belum cukup kuat untuk mencegah kekerasan.

- ADVERTISEMENT -

“Budaya relasi kuasa dan tertutup menjadi penghalang besar dalam penanganan kasus. Bahkan pemulihan terhadap korban kerap terabaikan,” kata Windy.

Hal senada disampaikan Peneliti PPIM lainnya, Haula Noor. Ia menekankan bahwa desain struktural pesantren perlu dievaluasi ulang, terutama pengawasan terhadap area santri laki-laki.

“Selama ini perhatian lebih banyak diberikan pada keamanan kamar santri putri. Padahal data menunjukkan kamar santri putra juga perlu pengawasan ketat,” jelas Haula

Sementara itu, Dosen Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Falikul Isbah, dalam bedah buku menyoroti adanya pemahaman keliru soal kekerasan seksual di pesantren. Beberapa informan dalam riset menyebut kasus pemerkosaan sebagai zina, bahkan dalam beberapa kasus korban justru dinikahkan dengan pelaku.

Menurut Falikul, masih banyak pengasuh pesantren dan ustaz/ustazah yang memiliki tafsir agama yang bias gender dan misoginis. Ia mencontohkan masih kuatnya budaya patriarki dan ketundukan mutlak terhadap figur kiai, yang membuat koreksi internal sulit dilakukan.

“Di beberapa daerah, terutama Jawa Timur dan Madura, ketaatan kepada kiai bahkan melekat dalam kebiasaan santri sehari-hari. Sistem otoritas tunggal dalam pengasuhan santri membuat penyimpangan tak mudah dikoreksi,” ungkapnya.

Falikul mendukung regulasi Kementerian Agama terkait perlindungan anak di pesantren, namun ia menilai langkah itu tidak cukup tanpa strategi edukasi yang menyentuh langsung komunitas pesantren.

“Kemenag sudah bagus dengan regulasi, tapi tantangannya adalah bagaimana menyampaikannya kepada para kiai, ustaz, dan santri. Dibutuhkan pendekatan yang tepat dan menyeluruh,” tegasnya.

Dalam penutup diskusi, Windy kembali menekankan pentingnya keterbukaan pesantren terhadap kerja sama dengan pihak luar. Menurutnya, keterbukaan bukan berarti intervensi, tetapi wujud komunikasi sehat dan saling mendukung dalam menangani isu kekerasan.

“Ketika pesantren bersikap terbuka, masyarakat lebih percaya dan proses perlindungan anak bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Windy menyadari banyak pesantren belum memiliki kapasitas memadai untuk pendampingan korban kekerasan. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi dengan lembaga eksternal agar pesantren tetap menjadi tempat yang aman, mendidik, dan menjaga marwahnya sebagai lembaga keagamaan.

Sumber: nu.or.id

TAGGED:buku menjaga marwah pesantrenbuku pesantren ramah anakdata kekerasan seksual santrikekerasan seksual di pesantrenmoderasi pesantren Indonesiaperlindungan anak pesantrenPPIM UIN Jakartaregulasi Kemenag pesantrensantri laki-laki lebih rentan kekerasan seksualstudi pesantren Indonesiawww.infoaceh.net
Previous Article Sosok Arya Daru Pangayunan, Diplomat Muda Tewas dengan Kepala Terlakban, Menantu Guru Besar UGM Mengenal Sosok Arya Daru Pangayunan
Next Article inspirasi padu-padan office look kece di musim hujan (instagram.com/helwabasheel | instagram.com/fitrahydy | instagram.com/yurezalina) Outfit Kantor Wanita di Tengah Cuaca Ekstrem: Tetap Stylish dan Fungsional di Masa Peralihan

Populer

Ekonomi
Pulihkan Sawah Rusak Akibat Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan di Aceh Utara
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Dana Bencana Disorot, Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Ada yang Disembunyikan
Jumat, 16 Januari 2026
Ekonomi
BSI Catat Penjualan Emas 2,18 Ton Lewat BYOND, Investor Muda Mendominasi
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Mualem Khawatir Dukungan Nasional Berkurang Saat Transisi Pascabencana Aceh
Jumat, 16 Januari 2026
Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh
Aceh
Dalam UU Ciptaker, MPU Diberi Mandat Tetapkan Produk Halal di Aceh
Rabu, 14 Oktober 2020

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Pendidikan

Bawa Nama Aceh ke Dunia, 5 Mahasiswa FK USK Dikirim ke Eropa dan Timur Tengah Lewat Program CIMSA

Kamis, 15 Januari 2026
Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Raih Predikat Informatif 2025 dari KIA

Rabu, 14 Januari 2026
Pemerintah memastikan tujuh stimulus ekonomi strategis berlanjut pada 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, menopang UMKM, serta memperluas lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi global.
Ekonomi

Tak Mau Ekonomi Goyang, Pemerintah Kunci 7 Stimulus Besar hingga 2026

Rabu, 14 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Aceh

Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa

Rabu, 14 Januari 2026
UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani MoU dengan Prince of Songkla University (PSU), Thailand, sebagai upaya memperkuat jejaring akademik internasional, Selasa (13/1).
Pendidikan

UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Universitas Songkla Thailand

Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum

Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 

Rabu, 14 Januari 2026
Ratusan personel BPBD dan Damkar Bireuen menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRK Bireuen, Selasa (13/1/2026) terkait tudingan penimbunan bantuan untuk korban banjir bandang. (Foto: Ist)
Umum

Dituding Timbun Bantuan, BPBD dan Damkar Bireuen Geruduk Gedung DPRK

Rabu, 14 Januari 2026
Kondisi kawasan Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. (Foto: Ist)
Ekonomi

198 Destinasi Wisata Aceh Rusak Berat Akibat Banjir-Longsor

Rabu, 14 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?