INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

E-Katalog Konstruksi Jadi Celah Korupsi dan Persekongkolan

Last updated: Kamis, 23 Oktober 2025 09:47 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 3 Menit
Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Nomor 08/SE/Db/2025
Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Nomor 08/SE/Db/2025
SHARE

Banda Aceh, Infoaceh.net — Praktik pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sistem e-purchasing atau yang lebih dikenal dengan E-Katalog mendapat sorotan tajam.

Lembaga Transparansi Tender Indonesia (TTI) menilai, sistem yang selama ini digadang-gadang sebagai sarana paling efektif mencegah persekongkolan justru telah menjadi cara mudah bagi pejabat pengadaan untuk melakukan kolusi dan korupsi.

Lebih satu bulan pascabanjir bandang dan longsor melanda Aceh, warga korban bencana masih belum mampu membersihkan rumah mereka yang terkubur lumpur setinggi dua hingga empat meter. (Foto: Ist)
Tak Mampu Bersihkan Rumah Terkubur Lumpur, Korban Banjir Aceh Minta Bantuan Pemerintah

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengungkapkan sistem E-Katalog Konstruksi versi 6.0 yang diperkenalkan untuk memperbaiki tata kelola pengadaan, belum menunjukkan transparansi yang diharapkan.

- ADVERTISEMENT -

“Mini kompetisi yang seharusnya menjadi ajang persaingan sehat antarpenyedia jasa justru sering disalahgunakan. Pokja dan pejabat pengadaan tidak menjalankan tata cara sesuai aturan. Penawaran terendah yang seharusnya menguntungkan negara sering kali digugurkan, sementara pemenang justru yang menawarkan harga mendekati HPS,” ujar Nasruddin Bahar, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kelemahan paling mencolok dari sistem mini kompetisi di E-Katalog adalah minimnya keterbukaan informasi.

- ADVERTISEMENT -
Polres Nagan Raya mengamankan 1 unit truk tangki yang diduga mengangkut BBM bersubsidi jenis Bio Solar secara ilegal di Desa Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue. (Foto: Ist)
Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Angkut 16 Ribu Liter BBM Bersubsidi Ilegal

Peserta yang dinyatakan gugur tidak diberikan penjelasan rinci, dan publik tidak bisa mengakses hasil evaluasi serta daftar peserta yang ikut dalam kompetisi.

“Masyarakat baru tahu siapa pemenangnya setelah proyek berjalan dan papan informasi dipasang di lapangan,” tambahnya.

Nasruddin menyinggung praktik tak sehat yang sudah menjadi rahasia umum di berbagai proyek beranggaran besar, terutama paket-paket APBN di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Pemerintah melalui BNPB menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor Acrh di Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu per Bulan untuk Warga Korban Banjir Aceh

“Nilai paketnya bisa mencapai puluhan miliar, namun pelaksanaannya bukan lewat tender terbuka, melainkan melalui E-Katalog. Tidak ada yang gratis. Semua peserta tahu ada ‘fee’ untuk pejabat pengadaan dan Pokja teknis,” katanya.

- ADVERTISEMENT -

Ia menyebutkan, berdasarkan pengalaman para penyedia jasa, besaran fee yang diberikan kepada pejabat pengadaan dan Pokja teknis bisa mencapai 5 persen dari nilai kontrak, tergantung besar kecilnya pemotongan harga dari HPS.

“Semakin kecil potongan dari HPS, semakin besar pula fee yang disetor,” ungkap Nasruddin.

Sebagai contoh, TTI menyoroti kasus Paket Preservasi Jalan Banda Aceh – Krueng Raya – Blang Bintang – Kota Banda Aceh Tahap II, di mana penawaran terendah dari PT Mitra Buana yang dinilai responsif dan paling menguntungkan negara justru digugurkan.

“Pokja dan PPK mencari-cari alasan dengan menambah persyaratan yang tidak sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Marga Nomor 08/SE/Db/2025,” jelasnya.

Padahal, dalam surat edaran itu disebutkan bahwa pengalaman kerja personil tidak harus khusus di bidang jalan, melainkan cukup memiliki pengalaman di bidang konstruksi — seperti jalan, jembatan maupun bendungan.

Nasruddin menegaskan, dibandingkan dengan E-Katalog, sistem tender terbuka masih jauh lebih transparan.

“Dalam tender, publik bisa melihat hasil evaluasi dan siapa saja peserta yang ikut. Prinsip keterbukaan jauh lebih terjaga dibandingkan dengan sistem E-Katalog yang serba tertutup,” tegasnya.

TTI mendesak pemerintah mengevaluasi total sistem E-Katalog Konstruksi, terutama dalam mekanisme mini kompetisi yang rawan penyimpangan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

TAGGED:E-Katalog Konstruksievaluasi sistem e-purchasingHPSKementerian PUPRkolusi pejabat pengadaankorupsi pengadaanNasruddin BaharPokja proyekpraktik korupsi konstruksiproyek jalan Banda Acehtender terbukaTTIwww.infoaceh.net
Previous Article Ketua Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal MAg menyerahkan plakat kepada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, Ibrahim Laweung pada sosialisasi program doktoral di UTU Meulaboh, Rabu (22/10). Pascasarjana UIN Ar-Raniry Perluas Akses Studi Doktoral ke Barat Selatan Aceh
Next Article Antraksi santri pada peringatan Hari Santri 2025 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Rabu (22/10) pagi. (Foto: Ist) Atraksi Santri Meriahkan Peringatan Hari Santri 2025 di Aceh Besar

Populer

Aceh
Dua Warga Aceh Terindikasi Corona, Bandara SIM Tak Periksa Suhu Tubuh Penumpang
Kamis, 2 April 2020
Aceh
KKP Banda Aceh Periksa Suhu Tubuh Penumpang di Pelabuhan Ulee Lheu
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Genjot investasi, Wali Kota Undang Pengusaha dan BKPM-RI
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Kewaspadaan Bersama Antisipasi Penyebaran Covid-19
Kamis, 2 April 2020
Aceh
Delapan Rumah Terbakar di Kutacane
Sabtu, 11 April 2020

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Wagub Aceh Fadhlullah bersama Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman menerima bantuan Rp1,5 miliar dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Bandara Internasional SIM, Aceh Besar, Jum'at (2/1/2026). (Foto: Ist)
Nasional

Kaltim Serahkan Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Korban Banjir Aceh

Jumat, 2 Januari 2026
Rapat Koordinasi Penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Pascabencana yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Jum'at (2/1/2026). (Foto: Ist)
Umum

Dokumen Rehab-Rekon Aceh Pascabencana Ditarget Rampung Januari 2026

Jumat, 2 Januari 2026
Pemerintah Aceh kembali mengerahkan 4.000 relawan ASN Tahap II untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota terdampak. (Foto: Ist)
Umum

4.000 Relawan ASN Pemerintah Aceh Dikerahkan Tahap II, Fokus Bersihkan Sekolah Terdampak Bencana  

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mengunjungi seluruh lokasi bencana di Aceh secara langsung. (Foto: Ist)
Nasional

Prabowo Minta Maaf Belum Bisa Kunjungi Semua Lokasi Bencana di Aceh

Jumat, 2 Januari 2026
Petugas PLN menyambung jaringan listrik di Rumah Hunian Sementara Aceh Tamiang. PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik dan kWh meter untuk masing-masing rumah yang telah terbangun. (Foto: Ist)
Ekonomi

PLN Sambung Jaringan Listrik ke Bangunan Huntara di Aceh Tamiang 

Jumat, 2 Januari 2026
BSI berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Ekonomi

BSI Bangun 15 Persen Huntara Korban Banjir Aceh

Jumat, 2 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto saat rapat koordinasi dalam kunjungannya meninjau pembangunan Huntara pengungsi korban banjir bandang dan longsor yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). (Foto: Ist)
Nasional

Prabowo Koreksi Uang Lelah bagi TNI: Itu Uang Semangat

Jumat, 2 Januari 2026
Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pencairan dana proyek akhir tahun anggaran yang kerap beralasan terdampak banjir dan bencana alam. (Foto: Ilustrasi)
Hukum

Alasan Banjir Aceh, APH dan Inspektorat Diminta Waspadai Pencairan Dana Proyek Akhir Tahun

Jumat, 2 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?